Berita

net

Tiga OTT Nasional Akan Dibina ATSI Dan Kemenkominfo

JUMAT, 11 MARET 2016 | 18:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Seleksi Over The Top (OTT) nasional oleh Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) sudah selesai digelar. OTT nasional yang terpilih akan mendapatkan pembinaan dari ATSI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Mereka adalah Qlue (qlue.co.id), Catfiz (catfiz.com), dan Sebangsa (sebangsa.com)," ujar Ketua Tim Seleksi OTT Nasional Binaan ATSI Ongki Kurniawan kepada redaksi di Jakarta, Jumat (11/3).

Dia menjelaskan, pemilihan OTT Nasional binaan ATSI dan Kemenkominfo dilakukan dalam rangka mengembangkan talenta kaum muda Indonesia yang memiliki komitmen serta idealisme untuk mengembangkan dunia digital tanah air. Lima anggota ATSI yang terlibat adalah Indosat Ooredoo, Telkomsel,  XL, Hutchison 3 Indonesia, dan Smartfren.  


"Kami melakukan seleksi yang menyeluruh kepada para peserta OTT Nasional ini. Setelah lolos hasil seleksi, kami memiliki komitmen untuk membantu mereka agar terus dapat berkembang dan tidak berhenti di jalan," beber Ongki.

Menurut Ongki, ketiga OTT Nasional tersebut memiliki komitmen tinggi dan rencana kerja yang jelas meski belum dikenal luas oleh masyarakat. Qlue misalnya, penyedia aplikasi yang dipercaya untuk mendukung kegiatan terkait dengan kinerja Pemprov DKI Jakarta. Dengan Qlue masyarakat dapat menyampaikan keluhan dan masukan kepada Pemprov DKI dan akan segera ditindaklanjuti secara langsung atau didiskusikan dalam forum yang transparan tanpa melalui birokrasi berbelit.

Sedangkan Catfiz, menyediakan layanan dengan platform percakapan (messaging). Catfiz dapat menampung percakapan dalam group dengan jumlah anggota hingga mencapai 2000 orang dan memiliki fitur video streaming.  Saat ini baru tersedia untuk Android, dan sudah memiliki 100 ribu pengguna aktif. Sebangsa, saat ini masih fokus untuk berusaha menjadi platform media sosial bagi komunitas. Sebangsa memiliki 20 ribu pengguna, tersedia di web, android dan IOS.

Sementara itu, Ketua ATSI Alexander Rusli menambahkan bahwa pihaknya akan memperkenalkan keberadaan tiga OTT Nasional ini bukan saja ke masyarakat Indonesia tetapi juga ke pasar mancanegara.

"Kami ingin mereka dapat bersaing dengan nama-nama besar OTT di tingkat global. Kami yakin dengan pembinaan dan pengembangam yang tepat, OTT nasional bukan hanya dapat bersaing dengan OTT global bahkan menjadi trend setter di kalangan pemain OTT global. Indonesia selama ini telah dikenal sebagai gudangnya kreativitas," ujarnya.

Alex menegaskan, dukungan yang akan diberikan oleh operator seluler kepada OTT nasional antara lain berupa SMS blast ke pelanggan, penyebutan dalam materi promosi sesuai dengan program masing-masing operator serta mengadakan joint event bersama operator untuk menaikkan jumlah pelanggan.

"Nanti akan benar-benar dilepas pembinaannya kalau jumlah pelanggannya sudah mencapai minimal 20 juta pelanggan," tandasnya. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya