Berita

Politik

Adhie Massardi Akan Pidanakan Wapres Dan Jubirnya ‎

KAMIS, 10 MARET 2016 | 10:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi berang karyanya dibajak Husain Abdullah dan dipublikasikan secara luas sehingga seolah-olah itu merupakan karya orisinal juru bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.

‎"‎Karena tindakan tidak bermoral ini dilakukan orang yang barada di pusat kekuasaan, yang kalau tidak atas perintah pasti sepengetahuan Wapres JK, akan mendorong masyarakat luas untuk ikut-ikutan tidak menghormati UU No 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta,” kata Adhie kepada Kantor Berita Politik RMOL, ‎Kamis (10/3).

‎‎‎Makanya, dalam waktu dekat ini Adhie akan membawa kasus ini ke ranah hukum, mempidanakan Wapres JK dan jubirnya, Husain Abdullah. Adhie sudah menghubungi dua pengacara, Farhat Abbas dan Niko Adrian, SH.


‎‎"‎Saya memilih Farhat Abbas karena dia pernah menyatakan ingin jadi presiden. Saya berharap kasus ini menjadi medan latihan bagi Farhat bagaimana meredam tingkah laku wapres. Sehingga bila kelak jadi presiden, berani menindak wapresnya yang menyimpang, karena sudah punya pengalaman menghadapi wapres sungguhan," katanya.

‎‎‎Sedangkan pemilihan pengacara muda Niko Adrian, SH karena Nico punya pengalaman nyata melawan penguasa dzalim yang korup. Sebab pada 1998, Nico salah satu pemimpin lapangan dalam gerakan mahasiswa pro-reformasi di Ibukota.

‎‎‎Karena pelanggaran hak cipta yang dilakukan jubir Wapres JK ini sangat nyata, Adhie yakin bisa memenjarakan Husain Abdulah.

‎‎"‎Ini akan menjadi simbol GIB dalam membersihkan Indonesia. Karena kalau ‘pencuri kata-kata’ saja bisa dijebloskan dalam bui, tentu tidak ada alasan bagi aparat hukum di negeri ini untuk tidak memenjarakan para pencuri uang negara," katanya.

‎‎‎Sedangkan nasib Wapres JK, kalau pengadilan memutuskan jubirnya bersalah, maka secara langsung JK akan dianggap terlibat dalam perbuatan tercela itu. Sehingga membuat DPR menjadi lebih mudah membawanya ke Mahkamah Konstitusi untuk selanjutnya diproses secara politik.

‎‎"‎Bayangkan, skandal pencurian kata-kata bisa berdampak politik yang luas. Pasti akan menimbukan dinamika serius dalam praktek penegakkan hukum di negeri kita," tutur Adhie.‎

‎‎‎Karya Adhie M Massardi yang dibajak oleh Husain Abdullah berjudul Nomenklatur (Pelajaran Gratis untuk Pak Wapres) yang dimuat dalam rubrik Tebas (Tendangan Bebas) di salah satu media online‎ (klik disini). ‎‎‎Oleh Husain Abdullah hanya diubah namanya, menjadi Nomenklatur (Pelajaran Gratis untuk RR dan Komplotannya). Kalimat pembukanya persis: Langit runtuh. Kiamat seakan sudah dekat, dan seterusnya. Tulisan Husain Abdullah dimuat beberapa media online, antara lain fajaronline.com (klik disini).

‎‎‎Menurut Farhat Abbas, meskipun ada perubahan di sana-sini, tapi dari judulnya saja sudah sangat terbaca kalau tulisan Husain Abdullah merupakan produk plagiat murni alias pencurian hak intelektual.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya