Berita

Politik

Promosi Google Dorong Warga Dunia Nikmati Pesona GMT 2016

RABU, 09 MARET 2016 | 13:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Situs nomor satu dunia, Google, ikut mempromosikan Pesona Gerhana Matahari Total (GMT) 2016. Tentu ini bukan karena sesuatu yang simple, karena mesin pencari terbesar di dunia ini mengangkat secara khusus gerhana dengan istilah hanya satu-satunya negara di muka bumi ini yang dilalui fenomena alam 350 tahun sekali itu.

Dalam sebuah artikelnya, Google beberapa waktu lalu menuliskan dengan sangat tegas: "Indonesia is the only country to enjoy the solar eclipse. The only country that special, Indonesia territory traversed only total eclipse only Avalanche's 5 Myths Total Solar Eclipse among World Society."

Kemudian, "...Indonesia is the only country that will be passed lanes eclipse events this rare will be experienced by the 12 provinces in 12 hours ago See Some areas in Indonesia on March 9, 2016 will pass the total solar eclipse events happening in Indonesia and Watch Movies Cinema This including 2 days ago Indonesia is only state Logically smaller objects will not be able to cover more objects as the only country with a coverage area GMT largest in the world. 2016. Related total solar eclipse in Indonesia on March 9, 2016 total solar eclipse will pass (GMT). will take place in Indonesia solar eclipse is often interpreted to be March 9, 2016 Total Solar Eclipse in Indonesia".


Memang, Menpar Arief Yahya jauh-jauh hari menggaungkan ada tiga hal menarik dari GMT sehingga harus dipromosikan gede-gedean di berbagai belahan bumi ini.

"Pertama, ini peristiwa langka yang terjadi 3,5 abad sekali di titik yang sama. Kedua, ini hanya terjadi di Indonesia, persisnya di 12 provinsi. Ketiga, kemenpar mengkoordinasi 100 event untuk menyambutnya," ujarnya.

Efek tulisan Google dahsyat. GMT menjadi buruan banyak orang. Dari Asia, Afrika, Amerika, Eropa, Australia, semua seolah kompak mengutus perwakilan ke Indonesia. Jangan kaget, para pemburu gerhana yang datang dari berbagai belahan dunia tadi tak segan kehilangan uangnya demi menonton GMT yang hanya melintasi Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga ke Maluku Utara.

Banyak bumbu, banyak gimmick, banyak atraksi, banyak warna, dan yang utama, banyak devisa yang bisa didulang. Kemenpar sampai berani menargetkan lima juta wisatawan lokal ikut menikmati GMT 2016 di 12 Provinsi di Indonesia dengan asumsi perputaran uang Rp 3,8 triliun. Itu belum termasuk 100 ribu turis mancanegara yang diperkirakan bisa menyumbang penerimaan devisa hingga Rp 1,56 triliun.

"Ini jadi bukti bahwa pariwisata bisa memberi banyak manfaat sosial-ekonomi," tutur Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Asnawi Bahar.

Pertama, kata dia, Indonesia menjadi pusat perhatian dunia. Banyak media asing yang meliput. Kedua, GMT sukses mengundang turis manca negara ke Indonesia. Kehadiran mereka di berbagai kota di Indonesia, membawa rezeki bagi masyarakat yang berprofesi pedagang, mempunyai restoran, penginapan, hotel, biro perjalanan, taksi hingga maskapai penerbangan. Ekonomi bergerak dinamis dan menciptakan pemerataan.

"Negara juga mendapatkan devisa dari kehadiran turis manca negara serta pajak dari berbagai kegiatan yang terkait gerhana matahari," katanya.
 
Setelah pagi hari ini, berkah GMT baru bisa dinikmati tujuh tahun lagi. Dari perhitungan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), gerhana matahari total baru bisa terlihat lagi di Indonesia pada 20 April 2023. Dan saat itu, GMT hanya akan melintasi Maluku dan Papua Barat.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya