Berita

johan budi/net

Politik

Waspada, Johan Budi Humas Neolib Di Istana Trisakti

RABU, 09 MARET 2016 | 10:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

  Johan Budi lebih tepat disebut juru kompor, bukan juru bicara presiden. Pasalnya, apa yang disampaikan Johan ke media kerap berbeda dari apa yang disampaikan Presiden Jokowi.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal ProDem, Satyo P Komeng kepada redaksi, Rabu (9/3).

Kengawuran terbaru Johan, sebut aktivis mahasiswa 1998 ini, menyoal dinamika di kabinet terkait pengembangan Blok Masela. Dengan sembrono Johan menafsirkan Presiden Jokowi marah. Padahal jika dicermati, Jokowi sebenarnya bisa memahami dan menanggapi situasi tersebut biasa-biasa saja. Dan bahkan dianggapnya sebagai proses pembelajaran bagi rakyat.


Satyo Komeng mengatakan manuver Johan perlu diwaspadai. Pernyataan yang disampaikan Johan, katanya, cenderung "mengangkangi" apa yang dihendaki Presiden Jokowi.

"Bersama Teten Masduki (Kepala Kantor Staf Presiden), Johan menjalankan duet pembusukan di dalam Istana, menjalankan "hiden agenda" neoliberal sontoloyo yang akan menjerumuskan Negara Indonesia menuju kepunahan," kata dia.

"Johan bersama Teten sangat erat emosinya dengan kelompok neolib, di belakang mereka ada Erry Riyana dan Kuntoro Mangkusubroto," lanjut Satyo Komeng.

Menurutnya, orang seperti Johan Budi yang membahayakan soliditas kabinet.

"Faktanya, sekalipun tidak ada instruksi presiden, Johan berinisiatif sendiri melemparkan bola panas ke publik," tegas Satyo. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya