Berita

Millane Fernandez:net

Blitz

Millane Fernandez, Anak Zaman Sekarang Kehilangan Sisi Klasik

SELASA, 08 MARET 2016 | 09:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Cantik, matang, dan kre­atif. Begitu sedikit gambaran Millane Fernandez. Hidup di zaman serba kekinian, ada hal yang tak bisa dilepaskan begitu saja dalam hidup model dan penyanyi kelahiran Jakarta 23 Juli 1986 ini.

"Classic thinking. Cara ber­pikir klasik. Menurut aku klasik itu adalah sesuatu yang udah ada. Kalau aku, tepat waktu. Sesuai janji, aku terbiasa tepat waktu, on time," curhat Millane kepada Rakyat Merdeka.

"Sebenernya cara kita me­nyelesaikan masalah, ikuti cara klasiknya. Selesaikan masalah tepat waktu, jangan dibiarin berlarut-larut," tandasnya.


Ketegasan pemikiran pelantun theme song FIFAWorld Cup 2014 ini berasal dari didikan orangtuanya.

"Iya, kayak Mama aku tuh ngajarin gimana duduknya perempuan, cara makan. Gitu deh, hahaha. Klasik banget kan. Segala sesuatunya dipikirin dulu," selorohnya.

Menurut Millane, sebagian anak masa kini sudah mulai kehi­langan sisi klasiknya. Yang sudah terbuai dengan gaya modern.

"Ya, intinya sih budaya jangan sampai hilang. Itu juga menurut aku sudah ada sejak dulu. Dan peran orangtua gimana cara treat mereka itu penting banget. Supaya jati diri aja," beber pemain film Terowongan Casa­blanca ini.

Lantas kalau urusan penampi­lan, apa juga klasik?

"Bisa dua-duanya sih. Muka klasik tapi kadang dandanan agak yang gaul gitu hahaha. Ada sentuhan klasik, juga playfull sih, ceria gitu," jawab Millane.

"Mamaku bilang gaya dandan aku tuh kayak bukan seumur aku. Ya biar lah ya, kadang juga aku pakai dress yang lucu-lucu ala anak jaman sekarang kok. Tapi tetep unsur klasik pasti ada dalam penampilan aku. Kayak anting yang classy banget ini aku padankan dengan dress bunga ini kan."

Bicara soal karier, adik kand­ung Nino Fernandez itu men­gatakan bahwa dirinya tengah sibuk mempersiapkan album terbarunya.

"Satu yang bakal dijual di Indonesia, satu lagi bahasa Inggris buat di Jerman," be­bernya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya