Berita

syafril sjofyan/net

JK Sebaiknya Mundur Sebagai Wapres

SELASA, 08 MARET 2016 | 10:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Presiden Jusuf Kalla diminta mundur dari jabatannya karena menghalang-halangi perbaikan kinerja pemerintah. Permintaan mundur itu sebagai langkah menjaga Indonesia dari kehancuran.

"Sebaiknya jika JK ingin diingat sebagai negarawan, dia harus cepat mundur," ujar Koordinator Forum Komunikasi Alumni antar Perguruan Tinggi Se Indonesia (Forkapti), Syafril Sjofyan kepada redaksi, Selasa (8/3).

Syafril mengingatkan jelang Pilpres 2014 lalu JK pernah mengatakan Indonesia hancur bila dipimpin Jokowi. ‎Tapi saat ini terbukti JK yang membuat Indonesia hancur.

"Berbagai manuver dan langkah politik JK terlihat mengangkangi Nawacita dan Trisakti," katanya.

Menurut dia, selama ini berbagai tindakan JK menunjukkan ‎JK sangat tidak ingin Jokowi sukses mengatasi persoalan-persoalan yang ada.

Terbaru, dengan reaktif JK mempersoalkan perubahan nama Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya padahal sebenarnya kementerian yang dipimpin RR itu membawahi kementerian ESDM. Sebaliknya, JK sama sekali tidak merespon aspirasi masyarakat Maluku yang ingin blok Masela di kelola di darat. Bahkan JK bergeming soal isu aliran dana 1 juta dolar USD ke pejabat yang mendukung skema offfshore Blok Masela.

"JK sepertinya punya motif terselubung. Dia ingin mengangkangi Presiden Jokowi, menghendaki kepercayaan publik terhadap Jokowi hancur, dan pada akhirnya menggeser Jokowi dari RI1. Kalau sudah demikian, JK bisa mengendalikan sendiri kehancuran Indonesia," tukas Syafril.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya