Berita

JK Yang Segerbong Dengan Sudirman Sedang Memojokkan RR

SENIN, 07 MARET 2016 | 20:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang mempermasalahkan perubahan nama Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya bisa diartikan bahwa JK satu gerbong dengan Menteri ESDM Sudirman Said.

‎"Sebab, JK melontarkan hal itu sesaat setelah terjadi saling sindir antar Rizal Ramli dengan Sudirman Said," kata Sekjen Himpunan Masyara‎kat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, kepada redaksi, Senin (7/3).‎

P‎ernyataan JK, sebut dia, patut dipertanyakan lantaran baru mempermasalahkan pelabelan nama kemenko maritim dan sumber daya padahal nama itu sudah digunakan 6 bulan yang lalu.

‎"Di sisi lain, presiden sebagai pihak yang mengeluarkan Kepres memilih diam saja. Ini semakin membuktikkan bahwa pelontaran kritik soal nama kemenko maritim dimaksudkan untuk menyudutkan RR," imbuhnya.‎

‎Sya'roni menyatakan, tindakan JK tersebut semakin membukakan mata publik bahwa konflik yang terjadi, terutama terkait skema pengelolaan gas Blok Masela, sudah terjadi dalam skala yang massif. Konflik tersebut sudah pasti diikuti perdebatan yang sengit dalam rapat kabinet. Di lain pihak, menurut Sya'roni, langkah RR memperlebar area perdebatan ke arena publik tidak ada salahnya.

‎"Republik ini milik seluruh rakyat Indonesia. Jadi rakyat berhak bersikap tentang masa depan bangsa ini. Jangan sampai pengelolaan kekayaan alam negeri ini hanya menguntungkan sebesar-besarnya untuk bangsa asing," tegasnya.

‎Meski begitu menurut hemat Sya'roni, mestinya JK juga mengkritik Presiden Jokowi yang pernah memerintahkan TNI mengecek harga pangan, atau mengkritik Gubernur Ahok yang pernah memerintahkan TNI mengawal sampah ke Bantar Gebang dan memerintahkan pasukan katak masuk ke gorong-gorong. Sebab, JK pasti tahu bahwa perintah itu melanggar Tupoksi TNI.

"‎Kenapa hanya nomenklatur kemenko maritim saja yang dipersoalkan. Inilah yang semakin memperjelas pernyataan JK memiliki tendensi untuk menyudutkan Rizal Ramli," tukas Sya'roni‎.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya