Berita

Politik

Masyarakat Maluku Ingin Masela Dikelola Di Darat, Kenapa JK Membisu?

JUMAT, 04 MARET 2016 | 10:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sikap reaktif Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerang Rizal Ramli dinilai aneh. JK sampai-sampai tidak mengakui kementerian maritim dan sumber daya untuk membela Sudirman Said yang mengadu dihambat oleh Rizal Ramli terkait pengembangan gas Blok Masela di Maluku.

"Kenapa ketika tokoh-tokoh masyarakat Maluku berseru agar proyek gas Masela ditempatkan di darat (onshore), Wapres JK diam tidak bersuara, dan sama sekali tidak berkomentar. Begitu juga Wapres JK tidak peduli ketika Sudirman Said "melawan" Menko dengan menyebut penghambat, padahal dia belum pernah mau berkoordinasi dengan Menkonya," ujar Koordinator Aktivis 77/78, Syafril Sjofyan kepada redaksi, Jumat (4/3).

Menurut dia, JK aneh tidak menegur Menteri ESDM Sudirman Said yang telah nyata-nyata melakukan pembangkangan. Di dalam Pasal 4 Peraturan Presiden Republik Indonesia No 10/2015 tentang Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman disebutkan bahwa Kementerian ESDM berada di bawah koordinasi Menko Maritim dan Sumber Daya. Artinya Sudirman Said sudah tidak patuh terhadap Perpres.


Apa yang dipersoalkan JK terhadap RR dengan menyebut RR doyan merubah nama kementerian, menurut Syafril, tidak lebih penting dibandingkan menyerap keinginan masyarakat Maluku terkait Blok Masela. JK seharusnya bersikap tegas kepada Sudirman Said yang sudah membohongi masyarakat Maluku yang menginginkan Blok Masela dikelola di darat.

"Pertanyaannya apakah Wapres JK lebih mementingkan nama daripada substansi. Sepertinya JK masih dendam ketika diajak duel berdiskusi oleh Rizal Ramli tak lama setelah dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menko," tukas Syafril.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya