Berita

ilustrasi/net

Dunia

2050, Perubahan Iklim Berpotensi Tewaskan 500 Ribu Orang Tiap Tahunnya

KAMIS, 03 MARET 2016 | 15:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perubahan iklim bisa membunuh lebih dari 500 ribu orang setiap tahunnya pada tahun 2050 mendatang karena berimbas pada ketersediaan buah dan sayuran.

Begitu hasil penelitian baru yang diterbitkan di jurnal medis Lancet pekan ini.

Dalam penelitian disebutkan bahwa dampak pemanasan global bisa mempengaruhi kualitas diet manusia. Pasalnya, perubahan iklim bisa membuat semakin sedikitnya sayuran yang tersedia di bumi.


Hal itu juga berimbas pada pengendalian penyakit jantung, stroke, kanker dan sejumlah penyakit lainnya yang mengharuskan penderitanya melakukan diet.

Sebelumnya para dokter telah menilai perubahan iklim sebagai ancaman terbesar bagi kesehatan di abad ke-21 karena memicu terjadinya banjir, kekeringan, dan peningkatan penyakit infeksi.

"Beban kesehatan yang berhubungan dengan perubahan iklim jauh lebih besar dari yang kita duga," kata Peter Scarborough dari Universitas Oxford yang terlibat dalam penelitian.

Ia membeberkan bahwa emisi karbon berpengaruh pada ketersediaan buah dan sayuran di bumi.

"Studi menggali lebih dalam tentang laporan proyeksi paling maju dari dampak perubahaan iklim terhadap makanan dan kesehatan," sambungnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya