Poros Muda Partai Golkar mengeluarkan pernyataan sikap tentang kepanitiaan Musyawarah Nasional Luar Biasa. Mereka mendukung sepenuhnya kesepakatan antara kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono terkait komposisi kepanitiaan ajang pemilihan ketua umum yang bakal digelar April mendatang.
"Kami mendukung kesepakatan ARB dan AL dalam komposisi Munaslub Partai Golkar," kata Koordinator Harian Poros Muda Golkar Maman Abdurahman di Jakarta, Selasa (1/3)‎.
Maman didampingi pengurus Poros Muda Golkar lainnya seperti Pahlevi Pangerang, Risman Pasigai, Syafaat Perdana, Zulhendri Hasan, Lindsey Apsari Putri, Nursyam Khalid, Mustafa M Radja, Nofel S Hilabi, Riski Darsono, Ricko Bakrie, Syahmud Basri Ngabalin, serta Tiara Wulan Juli.
Menurut Maman, komposisi kepanitiaan tersebut merupakan kesepakatan bersama semua pihak.
"Komposisi kepanitiaan itu merupakan sebuah konsensus maksimal yang rekonsiliatif, berkeadilan dan demokratis meski tentu saja tidak bisa menyenangkan semua orang," ucapnya.
Selain itu, Poros Muda Golkar juga menolak semangat politik yang hanya mau menang sendiri karena tidak sesuai dengan sifat partai beringin.
"Kami berpandangan sifat mau menang sendiri dan tidak menghargai kompromi dapat merusak persatuan kembali Partai Golkar," jelas Maman.
Poros Muda Golkar meminta semua pihak untuk bisa menahan diri, mengendalikan ego masing-masing serta membangun semangat kebersamaan agar konflik Golkar benar-benar bisa berakhir dan kembali berkarya.
Terkait mengenai komposisi kepanitiaan, lanjut Maman, baik kepanitiaan di Steering Commite dan Organization Commite bersifat kolektif yang tidak bisa didominasi oleh satu atau dua orang saja. Karena itu, siapapun yang menjadi panitia tidak bisa bertindak sendiri, namun lebih kepada semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang saling mengisi kelebihan dan kekurangan demi kemajuan Golkar.
‎"Kami juga sebagai fungsionaris Partai Golkar, tapi dalam pernyataan ini mengatasnamakan Poros Muda Partai Golkar," tegas Maman.
[wah]