Berita

Adhie M Massardi

Jaringan Kuntoro Kepung Istana

SELASA, 01 MARET 2016 | 16:05 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

MESKIPUN tahu pengembangan ladang gas raksasa Blok Masela di darat (onshore) jauh lebih menguntungkan bagi negara dan rakyat (Maluku), tapi Presiden Joko Widodo belum berani mengeluarkan keputusan pemerintah secara resmi.

Presiden tampaknya sungkan melawan secara terbuka jaringan Kuntoro Mangkusubroto yang menginginkan pengembangan Blok Masela dilakukan offshore dengan membuat tangki raksasa di tengah laut yang tentu saja akan sangat menguntungkan investor karena sulit dideteksi pemerintah.

Wajar Presiden gentar kepada Kuntoro. Karena dia teknokrat-politisi produk Orde Baru paling andal yang masih tersisa. Kacanggihannya bermanuver jauh lebih licin dari mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung. Tak heran bila ia bisa hidup di pusat kekuasaan pada segala zaman. Mulai orde Soeharto hingga Joko Widodo.


Kuntoro punya dua jaringan. Di dunia internasional dengan IMF, Bank Dunia, kaum neolib dan korporasi multinasional, khususnya yang bergerak di sektor migas. Dia salah satu arsitek UU No 22/2001 yang meliberalisasi sektor migas. Tapi pada 2012, dibatalkan Mahkamah Konstitusi atas gugatan Muhammadiyah, kalangan NU, serta tokoh pergerakan seperti Rizal Ramli, dan lain-lain.

Di dalam negeri, Kepala UKP4 (Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan & Pengendalian Pembangunan) rezim SBY ini bergerak lewat jaringan MTI (Masyarakat Transparansi Indonesia) sehingga banyak orang mengira dia tokoh yang bersih. Padahal saat menjabat Dirut PLN zaman Gus Dur, diberhentikan karena terindikasi korupsi.

Bahkan saat jadi Kepala Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias (2005), tak jelas pertanggungjawaban publiknya, berapa sumbangan untuk bencana tsunami dari dalam dan luar negeri, serta berapa yang dipakai merehabilitasi kawasan tersebut.

Kini Kuntoro adalah Komisaris Utama PLN, sedangkan kaki-tangannya dari jaringan MTI seperti Menteri ESDM Sudirman Said, adalah pegang otoritas sumberdaya alam negara, sedangkan Teten Masduki, ditambah Johan Budi, sekarang ini merupakan orang paling dekat dengan presiden.

Sementara Erry Riyana Hardjapamekas tetap menjadi mentor di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seraya memimpin lembaga konsultan PT Tridaya Advisory yang dikontrak untuk menyukseskan kebijakan offshore. Sehingga tidak masalah menerima uang jutaan dolar dari Inpex, kontraktor gas Blok Masela itu.

MTI juga punya jaringan hampir ke segala penjuru angin. Makanya Kuntoro tetap berjaya meskipun memiliki banyak catatan hitam, seperti dalam putusan KPPU tahun 2004 terkait kasus VLCC, nama Kuntoro Mangkusubroto disebutkan sebagai anggota dewan komisaris PT Perusahaan Pelayaran Equinox milik Muhammad Reza yang terkenal itu.

Kuntoro Mangkusubroto memang politisi produk Orde Baru paling licin  yang tetap eksis. Maka dengan jaringannya yang menempati posisi strategis di Istana, sulit dilawan oleh politisi pendatang baru seperti Presiden Joko Widodo.[***]

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya