Pengamat politik senior Muhammad AS Hikam memuji langkah Ridwan Kamil mundur dari bursa calon gubernur DKI. Keputusan Emil dinilai sebagai keputusan cerdas
"Alasan-alasan beliau, menurut hemat saya, brilian," kata Hikam di akun facebooknya.
Emil memiliki semua persyaratan untuk bertanding melawan Ahok. Bahkan dari segi prestasi pembangunan daerah, dia masih lebih moncer daripada Ahok.
Meski begitu, kata Hikam, Emil memilih tidak mengikuti anjuran, dorongan, atau bahkan bujuk rayu pihak yang menginginkannya maju menjadi penantang Ahok di DKI.
Alasan brilian yang disampaikan Emil, bukan saja alasan penugasan sebagai wali kota Bandung yang belum selesai tetapi pandangan kritis Emil tentang Jakarta dan Jakarta sentrisme yang ingin diperanginya. Hal ini, menurut Hikam, merupakan sebuah kredo politik yang begitu visioner, yang selama ini tidak pernah disuarakan.
"Saya sangat menghormati keputusan cerdas RK dan sekaligus mengagumi argumentasinya," masih kata Hikam.
Hikam yang doktor ilmu politik lulusan University of Hawaii at Manoa, Honolulu, AS mengatakanalasan normatif Emil mundur bisa diperdebatkan. Tetapi secara politik pragmatis, Emil sejatinya sedang membangun fondasi yang lebih kokoh bagi masa depan karir politiknya.
"Sehingga bukan tidak mungkin beliau akan menapaki jenjang menuju RI 1 atau RI 2," demikian Hikam.
[dem]