Berita

ashikam/net

Konvensi Cagub Muslim Indikasi Menguatnya Politik Identitas Di Jakarta

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016 | 20:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Meski tidak diharamkan oleh konstitusi, upaya Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah (MTJB) menggelar konvensi calon gubernur muslim untuk menantang Ahok di Pilgub 2015 menjadi indikasi menguatnya politik identitas.

Demikian penilaian pengamat politik senior Muhammad AS Hikam dalam akun facebooknya, Minggu (28/2).

Konvensi calon gubernur muslim yang dilakukan organisasi pimpinan Rizieq Shihab itu, menurut Hikam, bisa menjadi salah satu indikasi menguatnya politik identitas yang sejatinya telah terasakan sejak Ahok menjadi cawagub dari Jokowi.


Hikam mengatakan publik tentu masih ingat betapa gencarnya kampanye negatif terhadap pasangan Jokowi-Ahok yang menggunakan wacana politik identitas dan bahkan disinyalir terjadi kampanye beraroma SARA yang sangat keras.

Selanjutnya penolakan terhadap Ahok sebagai penerus Jokowi sebagai gubernur pun setali tiga uang, bahkan sempat terjadi tindak kekerasan dari sekelompok ormas Islam DKI. Dan ketika Ahok lolos sebagai gubernur, gangguan yang bermotif politik identitas pun bergeming. Sampai sekarang.

"Perkembangan ini sungguh sangat disayangkan, karena DKI adalah etalase utama Republik ini, dan apapun yg terjadi dalam dinamika Pilgub 2017 pasti akan dipantau oleh seluruh rakyat Indonesia, bahkan dunia," kata Hikam.

Jakarta, kata doktor ilmu politik lulusan University of Hawaii at Manoa, Honolulu, AS ini, seharusnya adalah panggung pagelaran demokrasi konstitusional yang menjadi rujukan, contoh, dan teladan bagi seantero negeri.

"Dan manakala politik identitas yg sarat dengan primordialisme menjadi fenomena yang mengemuka, maka pendulum politik Indonesia pun akan terpengaruh, setidaknya menjadi contoh dan penguat bagi pengguna dan penggemar idiom-idiom, aspirasi, dan gerakan politik identitas," demikian Hikam.[dem] 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya