Berita

ilustrasi/net

Politik

Sambas, Permata Tersembunyi Di Perbatasan Indonesia

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016 | 17:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sambas punya potensi wisata yang luar biasa. Di daerah yang terletak di pantai barat paling utara Kalimantan Barat ini, Anda bisa menikmati pesona gunung dan laut yang dahsyat.

Bagi yang suka pantai, cobalah datang ke Temajuk. Jaraknya hanya  4 kilometer dari Telok Melano, Malaysia. Sekitar 3 jam berjalan dari Kabupaten Sambas.

"Perbatasan Indonesia Malaysia di Kalbar jika di eksplorasi, juga banyaj objek wisata yg keren-keren," kata Menpar Arief Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (28/2).


Temajuk memiliki garis pantai yang sangat panjang, sekitar sekitar 60 kilometer. Saking panjangnya, tempat ini menjadi kawasan favorit penyu untuk bertelur. Tapi, kata Menpar, jangan khawatir untuk urusan penginapan. Kini sudah tersedia penginapan yang memadai. Dan jika penginapan penuh, pengunjung bisa menginap di rumah warga.

"Sambil promosi, sambil memperbaiki fasilitas dan infrastruktur," kata Menteri Arief.

Panorama Temajuk jangan ditanya lagi. Pantainya masih alami. Langit biru, pasir putihnya terhampar luas, gugusan bebatuan granit, karang yang eksotis, semua bisa dinikmati.

Penggila snorkeling juga bisa ikut happy di Temajuk. Teluk Atong adalah surganya snorkeling. Setelah lelah beraktivitas, pengunjung bisa menikmati indahnya matahari terbenam di dermaga panjang yang ada di dusun Camar Bulan.

"Banyak yang bilang tempat ini seperti surga. Sepotong surga di ekornya Kalimantan, berandanya Indonesia," tambah Kepala Dinas Pariwisata Olahraga Budaya Sambas, Asmani.

Sambas bisa dibilang permata di beranda depannya Indonesia. Selain Temajuk ada juga Aruk. Letaknya ada Kecamatan Sajingan Besar, dusun paling ujung di Kalimantan Barat yang wilayah daratnyanya berbatasan langsung dengan Biawak dan Kuching, Malaysia. Soal wisata, Aruk juga tak kalah dengan Temajuk. Cuma bedanya di Aruk tak ada pantai. Tak bisa snorkeling. Di sini hanya ada air terjun yang memancarkan panorama yang tak kalah eksotisnya dengan Temajuk.

Jalan menanjak dengan tingkat kemiringan sekitar 60 derajat sejauh 2 km menjadi tantangan tersendiri saat ingin menjejakkan kaki ke air terjun Riam Berasap Namun, Anda tak bakal merasa lelah jika menikmati pemandangan yang disuguhkan sepanjang perjalanan. Udara sejuk dan hamparan perkebunan karet yang berkolaborasi dengan tanaman lada milik warga mengelilingi tempat wisata ini. Sangat asri. Nyaris tak pernah terjamah tangan manusia.

Selesai jalan menanjak, Anda belum bisa langsung menemukan air terjun tersebut. Masih ada rute datar sekitar 500 meter yang harus dilewati. Lokasinya, ada di balik bebatuan besar.

Tim Wonderful Indonesia yang berkunjung ke Riam Berasap kompak mengatakan satu kata: WOW! Viewnya tak kalah cantik bila dibanding air terjun Escudero di Filipina. Langit biru, airnya jernih. Karakternya beda dengan air terjun kebanyakan. Dengan lebar sekitar 80 meter, air terjun Riam Berasap seperti bukit batu di sekitarnya. Dari atas, air seolah terlihat seperti merambat di bebatuan.

"Selama ini kami kesulitan memasarkannya karena tak banyak orang yang berkunjung. Saya kira  Festival Wonderful Indonesia bisa jadi solusi. Makin banyak orang yang datang, makin banyak juga yang tahu Air Terjun Riam Berasap. Mudah-mudahan ini  bisa jadi destinasi wisata bagi warga perbatasan di Malaysia," harap Asmani.[dem] 


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya