Berita

Politik

Delapan Satwa Liar Diamankan, Tiga Penjual Ditangkap

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016 | 17:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebanyak delapan satwa liar yang dilindungi berhasil diselamatkan lewat sebuah operasi tim dari Polda Riau bekerja sama dengan organisasi non pemerintah Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, Sabtu (27/2).

‎Investigator Senior Scorpion Marison Guciano mengatakan ‎s‎atwa langka yang diamankan dari perdagangan di Pasar Palapa Pekanbaru terdiri dari enam ekor Kukang, seekor Siamang dan Owa. Tiga pedagang turut damankan oleh petugas.‎

‎"Di Pasar Palapa satwa dilindungi dijual secara bebas dan terbuka," ujar ‎dia dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (28/2).‎


‎‎Dia mengatakan kronologi operasi. Ivestigator Scorpion sudah berada 2 minggu di Pekanbaru untuk melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi perdagangan satwa dilindungi di Pekanbaru. Hasil temuan tersebut kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.‎

‎‎"‎Pasar Palapa adalah salah satu pasar satwa paling buruk yang pernah ditemui," kata Marison.‎

‎Di Pasar Palapa, menurut Marison, seekor Kukang dijual dengan harga Rp 300.000.‎ Kukang yang diperjualbelikan di Pasar Palapa kebanyakan digunakan untuk hal-hal yang bersifat mistis dan untuk hewan peliharaan. Kukang diambil minyaknya yang dipercaya dapat memperkuat kejantanan pria dan tulangnya sebagai syarat pesugihan.‎

‎"Penjual juga menyediakan jasa menyembelih Kukang dengan biaya Rp150.000 per ekor," tukasnya.[dem]‎

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya