Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengungkapkan, sudah saatnya negara-negara Uni Eropa menggalakan investasi di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Hal itu diungkapkan Rizal dalam pidatonya sebagai Keynote Speaker di Konferensi Internasional tentang Global Infrastucture Investment Strategy di Brussel, Belgia, Rabu (24/2).
Dalam konferensi internasional yang digelar di Gedung Parlemen Belgia dan diorganisir ‎oleh mantan Perdana Menteri Belgia, Prof Mark Eyskens dan dibuka oleh Ketua Senat Belgia Christine De fraigne itu, Menko Rizal Ramli menyatakan bahwa setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu kurang bagus, hanya 4,8 persen, di tahun 2016 ini akan digenjot menjadi sekitar 6 persen. Untuk mencapai target antara lain akan digalakkan pembangunan infrastruktur, pariwisata, transportasi, perikanan dan sebagainya.
Namun, ditegaskan Rizal Ramli, pembangunan infrastruktur akan diorientasikan ke luar pulau Jawa. Misalnya pembangunan dan pengembangan kereta api di Sumatera dan Sulawesi.
"Diperlukan investasi yang besar dan ini merupakan peluang yang besar bagi Uni Eropa untuk berinvestasi di Indonesia. Ini akan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Uni Eropa," katanya.
Menurutnya, yang harus diingat oleh negara-negara Uni Eropa apabila mengikuti tender sendirian tanpa partner dari Indonesia, maka pasti akan kalah harga dari peserta dari negara China. Karena itu industri dari negara-negara Uni Eropa apabila mau mengikuti tender harus bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia agar bisa kompetitif, minimal dalam umur dan kualitas produk.
Konferensi Internasional ini diikuti oleh lima puluhan ahli kelas internasional dan Uni Eropa, yang terdiri dari businessman, ekonom, analis politik global, para bankir, menteri, para mantan menteri, mantan Perdana Menteri Belgia dan lain-lain. Kegiatan yang berlangsung seharian penuh itu ditutup oleh Menteri Keuangan Belgia DR Johan Van Overtveldt yang kemudian mengadakan pertemuan khusus dengan Menko Maritim Rizal Ramli.
[wah]