RMOL. Pertandingan Peresean dimintai turis-turis bule. Dengan bertelanjang dada mereka yang datang berwisata tak ragu menggunakan pecutan atau rotan untuk adu pukul dengan lawannya.
"Banyak bule yang tertantang untuk ambil bagian memeriahkan Peresean. Semua happy meski setelah itu badannya memar," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Nusa Tenggara Barat, Moh. Faozal.
Bule-bule yang ambil bagian dalam laga Peresean di Pantai Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), datang dari berbagai negara. Ada yang dari Kanada, Selandia Baru, Australia hingga Inggris. Semua bangga saat didandani seperti Pepadu.
Sebelum bertanding bule-bule yang hadir juga ikut berjoget. Saat gending ditabuh makin kencang, gerakan-gerakan menari mereka mirip Pepadu yang sedang saling mengejek.
"Atraksi mereka banyak mengundang perhatian," tambahnya.
Menpar Arief Yahya menyebut Lombok kaya akan tradisi dan budaya yang kuat. Lombok juga sudah ditetapkan sebagai satu dari 10 Top Destinasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai icon. Atraksinya juga banyak, selain alam yang indah, pasir putih, laut jernih dan biru, terumbu karang yang bagus, ada gunung, ada hutan tropis.
"Dan ada tradisi Bau Nyale yang punya legenda yang dipercaya kuat di masyarakat, dan terkait dengan nama Putri Mandalika. Ingat, wisman datang ke Indonesia itu 60% karena culture, 35% karena nature, dan 5% alasan man made," paparnya.
[dem]