Pemerintah harus segera menetapkan formula harga mulut sumur dalam proyek pengembangan kilang mini. Hal ini penting karena kilang mini tidak memperhitungkan biaya transportasi sehingga terjadi efisiensi disebabkan lokasi kilang sangat berdekatan dengan mulut sumur.
"Konsep kilang mini itu ide yang sangat bagus untuk mengurangi ketergantungan impor BBM. Kami berharap ini bisa segera direalisasikan, jangan cuma sekadar wacana saja," ujar anggota Komisi VII DPR RI Dito Ganinduto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/2).
Dito menyatakan DPR mendukung penuh rencana pemerintah yang akan mengundang investor dalam pembangunan kilang mini. Pengembangan kilang mini akan banyak mendatangkan benefit, terutama dalam upaya mengurangi impor BBM yang terus melonjak setiap tahun. Kilang mini yang sudah existing PT Tri Wahana Universal (TWU) dengan kapasitas sebesar 16.000 barel per hari di Bojonegoro, Jawa Timur, bisa menjadi acuan untuk pengembangan kilang mini di Indonesia.
"Saya kira kilang TWU ini bagus, dan bisa dijadikan benchmark," ujarnya.
Agar investor lebih tertarik membangun kilang mini, dia menyarankan pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif, apalagi dengan harga minyak yang rendah seperti saat ini. Hal ini sejalan dengan Perpres Nomor 146 Tahun 2015 yang diteken Presiden Joko Widodo pada Desember 2015 lalu, bahwa konsep kilang minyak harus efektif dan efisien, transparan, adil serta akuntabel.
[dem]