Berita

Kemenpar Gaet Orang Malaysia Lewat Musik

KAMIS, 25 FEBRUARI 2016 | 12:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ada cara khusus yang dipilih Kementerian Pariwisata dalam memperkenalkan pariwisata nasional kepada masyarakat Negeri Jiaran Malayasia. Caranya, lewat musik.

"’Karena kita lebih bagus, musik kita diterima dengan baik di sana, maka menggunakan bahasa musik akan lebih cepat menggaet wisatawan masuk, terutama di daerah perbatasan," kata  Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dalam keterangannya, Kamis (25/2).

Menteri Arief tak asal bicara. Memang, karya seniman musik dan film Indonesia lebih berwarna, lebih berselera, lebih universal, dibandingkan dengan karya-karya musisi dan sianis negara tetangga Malaysia. Indikasinya gampang. Lebih banyak group musik dan artis Indonesia yang lebih ngetop di Negeri Jiran itu, katimbang ciptaan orang Malaysia yang ngehits di Indonesia.


"Perbedaan value ini saya baca sebagai peluang atau opportunity. Dengan musik, dengan lagu, kita bisa mendatangkan lebih banyak orang ke Indonesia," katanya.

Inilah yang membuat Arief Yahya banyak menggelar event musik, festival dan hiburan di daerah perbatasan. Seperti yang sedang dilakukan oleh Kemenpar yang sedang mempersiapkan Festival Wonderful Indonesia di perbatasan Aruk, Kalimantan Barat - Kuching, Malaysia, 27-29 Februari 2016. Puncak acaranya akan dihibur dengan penampilan musik.

Di Aruk, Sambas, Kalbar sendiri, ada Air Terjun Riam Merasap. Panoramanya? Tidak perlu diragukan, sangat menawan. Amenitasnya, memang belum sesempurna di objek wisata di Bali, Bintan atau Jakarta. Tetapi, sudah tersedia kantin, perhotelan, penginapan, kawasan offroad, souvenir shop, arung jeram, dan budidaya keramba.

"’Melalui Festival Wonderful Indonesia dan event hiburan di perbatasan, secara otomatis akan mengundang banyak orang Malaysia datang dan menikmati lagu-lagu idolanya," jelas dia.

Impact terhadap ekonomi penduduk juga akan terasa. Harus diakui pula, kondisi ekonomi di daerah perbatasan itu masih jauh tertinggal dari daerah lain.

"’Kami ingin pariwisata bisa men-drive perekonomian di kawasan perbatasan. Dengan kegiatan yang rutin, tentu akan menjadi lokomotif yang baik buat ekonomi masyarakat," kata Arief Yahya.[dem]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya