Berita

Pastor Benedictus Manulang: Kerukunan Terwujud Jika Kita Satu Bangsa

RABU, 24 FEBRUARI 2016 | 09:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mewujudkan kerukunan antar umat beragama merupakan subtansi sikap Gereja Katolik yang termuat dalam Nostra Aetate.

Dokumen independen yang dihasilkan dalam Konsili Vatikan II pada 1965 tersebut berisi tentang penegasan serta sikap hubungan antara Gereja Katolik dan Non Kristiani.

"Hanya saja kerukunan itu baru dapat terwujud jika masing-masing individu menerima setiap insan pribadi manusia apa adanya karena merupakan konsekuensi logis dari prinsip bahwa semua bangsa merupakan satu komunitas dengan satu asal usul yang sama," ujar Pastor Benedictus Manulang Pr.  


Hal itu disampaikan rohaniawan dari Pekanbaru itu kepada peserta Forum Group Discussion (FGD) yang berasal dari Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (FORKOMA PMKRI RIAU), di Hotel Ameera, Pekanbaru, Riau, Minggu (21/2).  

Hadir dalam acara ini antara lain, Ruslan Tarigan (anggota DPRD Pekanbaru), Rahman Silaen (Hakim Tipikor Propinsi RIAU), Japantun Situmorang (Pengusaha), para aktivis PMKRI dan Pemuda Katolik.
 
Pernyataan Manulang terkait dengan peringatan ke-50 tahun dikeluarkannya dokumen Nostra Aetate oleh Tahta Suci. Dokumen Nostra Aetate yang ditandatangani oleh Paus Paulus VI juga menandai keterbukaan Gereja Katolik dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama.
 
Dia menyatakan bahwa kerukunan hanya bisa dicapai jika setiap individu adalah sama dan merupakan komunitas yang satu yakni bangsa dunia dan yang memiliki satu asal usul yang sama. Oleh karena itu, pada hakekatnya Nostra Aetate tidak hanya sekedar memandang positif hubungan Gereja Katolik dengan agama non kristiani.

"Dengan dokumen itu, Gereja menerima setiap pribadi insan manusia apa adanya sebagai konsekuensi logis dari prinsip bahwa semua bangsa merupakan satu komunitas," ujar Pastor Manulang.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya