Puluhan ribu muslim hadiri wisata religi Dzikir Nasional Manaqib Qubro, Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (21/2). Semua khusyuk mengikuti acara yang disokong penuh Kementerian Pariwisata itu.
"Mudah-mudahan even wisata religi di DKI Jakarta bisa menjadi prioritas unggulan yang dapat menyumbang pergerakan pariwisata di Jakarta dan sekitarnya," jelas Menpar Arief Yahya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/2).
Dia berharap, kata dia, dengan itu juga akan terbangun citra positif bagi pariwisata DKI Jakarta yang tidak hanya menyajikan wisata yang ersifatentertainment, rekreatif dan hingar-bingar semata, tetapi dapat menjadi destinasi unggulan wisata religi.
Dia mengatakan masih ada potensi yang tersembunyi untuk digali, diperkuat dan dioptimalkan dari wisata religi.
Menurut Arif Yahya, pergerakan wisata religi berdampak sangat baik bagi perekonomian. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, terjadi kenaikan hingga 165 persen perjalanan wisata yang didasarkan pada wisata religi. Dan yang lebih penting lagi, wisata religi menjadi pembeda dan ciri khas peradaban bangsa Indonesia.
Dzikir Nasional Manaqib Qubro, Masjid Istiqlal antara lain dihadiri pendiri sekaligus sesepuh Ponpes Sirnarasa, Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Al Maslul alias Abah Gaos, Ketua Yayasan Ponpes Sirnarasa, KH Dadang Mulyawan yang tak lain menantu dari Abah Gaos, dan penceramah kondang KH Jujun Junaedi. KH Jujun Junaedi mengajak seluruh jamaah untuk mempersiapkan diri menjadi bangsa yang siap memenangkan persaingan di pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Kita jangan cuma jadi pasar atau jadi tempat pemasaran produk bangsa-bangsa lain di era MEA. Kita harus jadi bangsa yang pintar dan produktif agar tidak jadi penonton,†imbau penceramah yang kerap tampil di layar kaca itu.
[dem]