Berita

net

Perangi LGBT, PP IPHI Bentuk Satgas Amar Ma’ruf

SENIN, 22 FEBRUARI 2016 | 22:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) beserta jajaran di seluruh Indonesia menolak tegas segala bentuk propaganda kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Ketua Umum PP IPHI Kurdi Mustofa mengatakan, saat ini pihaknya sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Amar Ma’ruf Nahi Munkar LGBT. Mengingat, hukum Islam sudah jelas mengatur bahwa LGBT adalah haram.

"Dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 57/2014 juga sudah mengharamkan LGBT," kata Kurdi kepada redaksi di Jakarta, Senin (22/2).


Menurutnya, LGBT merupakan kelainan orientasi seksual yang bertentangan dengan kodrat dan fitrah manusia.

"Hewan saja tidak akan melakukan hubungan sesama jenis," kata Kurdi.

Dia menambahkan bahwa aktivitas LGBT sama sekali bukan termasuk hak asasi manusia yang harus dilindungi, sebagaimana dikampanyekan kalangan pendukungnya. Perilaku LGBT bukan faktor bawaan dan bukan keturunan, melainkan termasuk kategori Orang Dalam Masalah Kejiwaan (ODMK) atau kelainan jiwa.

Untuk itu, sebagai organisasi kebajikan para haji, PP IPHI menolak tegas aktivitas serta propaganda dan kampanye LGBT di Indonesia karena haram dan bertentangan dengan perundang-undangan di Indonesia. PP IPHI mengimbau masyarakat haji Indonesia untuk berdiri di barisan depan bersama umat beragama lain melakukan amar ma’ruf nahi munkar, melindungi masyarakat dari pengaruh LGBT.

"Mengajak dan membantu pelaku LGBT untuk bertobat serta bersedia menerima bimbingan untuk mendapatkan kesembuhan dan kembali ke jalan yang benar sesuai fitrah," tegas Kurdi. [wah]  

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya