Berita

Ahok Harus Hentikan Penggunaan Tentara Untuk Perangi Rakyat

SENIN, 22 FEBRUARI 2016 | 15:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama diminta menghentikan penggunaan tentara untuk menggusur warga masyarakat.

Terbaru, Ahok menggunakan militer bersenjata lengkap dari kesatuan di bawah komando Panglima Kodam Jaya, Mayjen Teddy Lhaksamana untuk "memerangi" warga agar hengkang dari kawasan Kalijodo.

"Penggunaan tentara bukan bukan saja pelanggaran berat terhadap nilai-nilai demokrasi, bahkan juga melanggar hak-hak sipil," ujar Adhie M Massardi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (22/2).


Dikatakan Sekjen Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) ini, dalam situasi perang sekalipun, militer bersenjata tidak boleh dihadapkan untuk memerangi masyarakat sipil.

Menurut Adhie, tak ada pilihan selain Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta harus menghormati hak-hak sipil, dan tidak lagi menggunakan kekuatan militer termasuk Brimob bersenjata lengkap untuk menghadapi warga masyarakat yang kawasannya hendak digusur demi pembangunan.

"Puluhan tahun bangsa ini berjuang tak kenal lelah dan bahkan berdarah-darah untuk keluar dari sistem yang represif, sehingga bisa berjalan di ranah demokrasi. Apakah Ahok lupa bahwa dirinya bisa menjadi penguasa di Ibukota merupakan bagian dari "berkah demokrasi"? Dan apakah Ahok paham bahwa kekuatan utama demokrasi adalah "dialog, dialog dan dialog"?" ucap Adhie yang pernah menjadi jurubicara presiden era pemerintahan Abdurrahman Wahid.

Oleh karenanya, dalam hemat Adhie, keberhasilan Ahok menggusur warga di kawasan Kalijodo dan kesuksesan menggusur warga masyarakat di tempat-tempat lain di Ibukota sebelumnya, belum layak dicatat sebagai prestasi. Karena dari kawasan tergusur itu, tampak jelas jejak-jejak pengkhianatan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai demokrasi.

"Saya percaya sebagaimana yang diajarkan Gus Dur kepada saya, tidak ada persoalan di muka bumi ini yang tidak bisa diselesaikan dengan dialog yang dilakukan dengan jujur. Karena itu, saya percaya warga Kalijodo dan lain-lain sesungguhnya bisa diajak dialog," katanya.

"Kuncinya: kejujuran! Warga akan melawan bila dalam dialog itu tersembunyi ketidakjujuran. Misalnya, mengatakan untuk mengembalikan jalur hijau” tetapi faktanya untuk kepentingan raja properti Ibukota. Mengatakan untuk meningkatkan harkat dan martabat warga Jakarta, tapi faktanya untuk meningkatkan harga tanah sekitar yang sudah dikuasai para taipan," demikian kata Adhie yang juga Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB).[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya