Berita

net

Bisnis

Pelindo I Harus Rebut 30 Persen Muatan Kapal Di Selat Malaka

SENIN, 22 FEBRUARI 2016 | 10:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) harus memanfaatkan posisi dan peran strategisnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN karena sebagian besar pelabuhan yang dikelolanya berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka.

"Pelindo I harus merebut pasar pelayaran di Selat Malaka dengan menyediakan pelabuhan yang layak dan bisa melayani kapal ukuran besar (panamax)," kata anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono dalam keterangannya kepada redaksi, Senin (22/2).

Diketakan dia, Selat Malaka setiap tahun dilalui sedikitnya 100 ribu kapal dengan total muatan mencapai 120 juta TEUs. Pelindo I harus bisa merebut sedikitnya 30% kontainer yang lewat di jalur gemuk itu.


Untuk merebut muatan tersebut, lanjut Bambang, Pelindo I perlu membangun pelabuhan yang setara dengan fasilitas pelabuhan di Malaysia ataupun Singapura, serta didukung manajemen dengan pola yang sama. Pelabuhan itu juga harus terintegrasi dengan kawasan industri.

Menurut dia, salah satu pelabuhan yang berpotensi dikembangkan Pelindo I adalah Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara. Pelabuhan kelas 1 ini bisa mendukung Sumut mengembangkan industri pangan, manufaktur, elektronik, dan lain-lain.

"Posisi Sumut strategis dijadikan sebagai basis produksi dari industri Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan, sekaligus menjadi basis ekspornya ke Eropa ataupun sebaliknya. Dengan demikian, Belawan tidak hanya menjadi pelabuhan tujuan akhir, tetapi juga menjadi pelabuhan transit karena menjadi basis produksi dan ekspor," ujar kata anggota parlemen dari Fraksi Gerindra ini.[dem] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya