Berita

Politik

Menteri Marwan Ajak Sarjana Muda Bangun Desa

MINGGU, 21 FEBRUARI 2016 | 20:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Desa Marwan Jafar mengajak sarjana muda yang baru selesai menyelesaikan pendidikannya untuk pulang ke desa dan memgambil peran aktif dalam gerakan Desa Membangun Indonesia.

"Saya mengajak saudara-saudari sekalian untuk mengimplementasikan ilmu masing-masing di desa-desa," ujar dia di hadapan wisudawan angkatan ke-99 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Minggu (21/2).

Menteri Desa pertama dalam sejarah bangsa Indonesia ini meminta para sarjana muda jangan menjadikan kota sebagai kiblat untuk berkarya dan aktualisasi diri. Sebab Pemerintahan Jokowi-JK telah menjadikan desa sebagai sumbu utama pembangunan nasional.


"Jangan terpana dengan kota saja, ini (membangun desa) tanggung jawab moral perguruan tinggi dan tentunya para alumninya juga," tegasnya.

Dijelaskan Marwan, Indonesia yang sangat besar ini memiliki 74.754 desa, 122 daerah tertinggal, dan 144 kawasan transmigrasi yang menjadi tanggung jawab besar bangsa untuk dibangun.

"Dengan ilmu yang telah dipelajari dan pemikiran yang masih segar, peran sarjana muda tentu sangat penting bagi pembangunan desa," katanya.

"Kalau bisa dikerek itu ekonomi pedesaan, kan ilmunya sudah ada sudah pernah KKN, baksos dan lainnya. Saat kuliah kita sudah terbiasa mengelola masyrakat. Sekarang ayo kita praktikkan dengan membangun desa," sambung dia.

Dalam kesempatan itu Menteri Marwan membuat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan kampus UIN. MoU ditandatangani Rektor UIN Jakarta Prof. DR. H. Dede Rosada, M.A bersama Menteri Marwan Jafar.

"MoU ini nantinya selain untuk melaksanakan percepatan pembangunan perdesaan juga menampung sarjana muda untuk pulang ke desa membangun perekonomian lokal," kata Dede Rosada.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya