Berita

Nusantara

RELOKASI KALIJODO

Mahasiswa Katolik Minta Pemprov DKI Bertindak Manusiawi

SABTU, 20 FEBRUARI 2016 | 07:22 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dukungan agar Pemprov DKI Jakarta menata kembali kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, datang dari kelompok mahasiswa.

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat, menyatakan, rencana mengubah pemukiman Kalijodo menjadi ruang terbuka hijau (RTH) mesti dilakukan. Dukungan itu sempat mereka nyatakan lewat unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

"Kami mendukung pemerintah untuk merealisasikan rencana tersebut. Namun, perlu dicatat, hal itu mesti dilakukan secara persuasif dan manusiawi", demikian aktivis PMKRI, Anton Andgor, dalam keterangan pers.


Sedangkan  Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Erriz Dawa, berharap, Pemprov DKI mampu membangun komunikasi yang elegan terhadap warga yang mendiami kawasan Kalijodo.

"Pembangunan yang memanusiakan manusia, pertama-tama memikirkan soal sumber daya manusia, setelah itu baru pembangunan fisik", katanya.

Menurutnya, langkah pemerintah mesti didukung karena tujuannya demi kepentingan masyarakat umum. Namun, pemerintah juga mesti memikirkan secara serius dampak sosial-ekonomi setelah relokasi. Hal itu dilakukan demi meminimalisir potensi konflik vertikal dan juga mengurangi angka pengangguran.

"Pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan dan pemukiman yang layak bagi warga Kalijodo," tegas Erriz. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya