Berita

Kalijodo Bukan Daerah Gawat, Tak Perlu SP 1

KAMIS, 18 FEBRUARI 2016 | 09:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengirim Surat Peringatan (SP) 1 kepada warga Kalijodo, hari ini. Langkah menerbitkan SP 1 dan rencana menerbitkan SP 2 jika warga tak mengindahkan peringatan, dinilai tak tepat.

"Tidak ada kegentingan yang memaksa untuk betindak dengan SP 1 dan SP 2. Peringatan satu dua itu dilakukan untuk daerah-daerah gawat seperti rel kereta api. Tapi Kalijodo tidak seperti itu," kata sosiolog dari Universitas Indonesia Thamrin Tamagola dalam talkshow "Harga Mati Penertiban Kalijodo" di salah satu stasiun televisi nasional pagi ini (Kamis, 18/2).  

Menurut dia sejak awal kebijakan pemprov DKI terkait Kalijodo sudah salah. Konsep yang diagendakan adalah penertiban. Konsep ini cenderung dilakukan dengan pemaksaan dan gaya-gaya premanisme.


"Harusnya penataan, bukan penertiban. Saya anjurkan mulai lagi dari nol. Ahok datang ke warga, datang sendiri atau dengan dinas sosial, duduk bersama warga untuk berdialog," kata dia.

Pemrov, kata dia, tidak bisa serta merta melakukan penertiban terhadap warga Kalijodo. Warga sudah lama tinggal di sana, membangun jaringan sosial dan jaringan ekonomi.

"Ini yang harus jadi perhatian. Konsepnya harus people center development, dialog cari solusi bersama, bukan opsi satu arah dari pemerintah," tukasnya.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya