Berita

net

Harus Penataan Kalijodo, Jangan Penertiban

KAMIS, 18 FEBRUARI 2016 | 08:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama disarankan mengkaji ulang penertiban kawasan Kalijodo di Jakarta Utara. Konsep penertiban cenderung dilakukan dengan pemaksaan dan gaya-gaya premanisme.

"Jangan penertiban konsepnya, tapi penataan," kata sosiolog dari Universitas Indonesia, Thamrin Tamagola, dalam talkshow "Harga Mati Penertiban Kalijodo" di salah satu stasiun televisi nasional pagi ini (Kamis, 18/2).  

Konsep penataan katanya, mengedepankan dialog. Kuncinya, pemerintah dan warga duduk bersama. Ada komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga sehingga solusi yang didapat sebagai solusi bersama.


"Karena bukan penataan, makanya ada penolakan dari warga Kalijodo. Mereka sekarang meminta bantuan DPRD, Komnas HAM dan pihak-pihak lainnya. Ini menunjukkan ada kebuntuan," paparnya.

Menurut dia, Ahok harus mulai dari nol terkait rencana menata Kalijodo. Konsep awalnya harus diubah bukan lagi dengan konsep penertiban.

Ahok memulai dengan mendatangi warga Kalijodo sebagai seorang pamong, duduk bersama dengan mereka. Sampaikan rencana pemerintah kemudian dengarkan harapan warga, lalu cari solusi bersama.  

"Jangan datang seperti kolonial, nempel pengumuman minta dikosongkan, lalu ada SP (Surat Peringatan) 1, SP 2," tukasnya.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya