Berita

Pedagang Diimbau Daun Dan Kertas Bungkus Belanjaan

RABU, 17 FEBRUARI 2016 | 15:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kebijakan pemerintah menerapkan kantong plastik berbayar disambut positif sekaligus didukung para pedagang.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menegaskan komitmennya mengurangi penggunaan kantong plastik dalam transaksi perdagangan.

Sebagai penggantinya, kantong organik menjadi pilihan alternatif.


"Kami mendorong penggunaan daun dan kertas untuk membungkus barang-barang belanja konsumen," kata Abdullah Mansuri, ketua umum IKAPPI kepada redaksi, Rabu (17/2).

Menurut dia, daun dan kertas sebagai bahan pengganti kantong plastik ramah lingkungan karena bisa didaur ulang dengan cepat.

"Bagaimanpun juga, sejak dulu pedagang pasar tradisional selalu menggunakan daun untuk membungkus barang belanjaan. Kami akan kembali menggunakan itu agar lebih ramah lingkungan," katanya.

Menyikapi itu, pihaknya hari ini mengirimkan surat ke 700 paguyuban pasar di seluruh Indonesia agar menggunakan daun dan kertas untuk membungkus bahan belanjaan. Sementara untuk barang dagangan besar diimbau untuk menggunakan tas anyaman.

"Tidak dapat dipungkiri untuk bahan basah harus menggunakan kantong plastik. Tetapi, kami akan terus mendorong agar pedagang pasar dapat diet plastik. Kebijakan ini kami gulirkan seiring dengan kebijakan pemerintah tentang penggunaan kantong plastik berbayar, yang bertujuan untuk mengurangi limbah plastik dan akan dirilis secara resmi pada 21 Februari nanti," demikian Abdullah Mansuri.[dem]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya