Berita

Alasan Terbaru Sudirman Said Pantas Dicopot

RABU, 17 FEBRUARI 2016 | 15:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo dinilai sepatutnya mencopot Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Sebab, Sudirman kerap membuat kebijakan yang merusak visi dan program aksi mewujudkan kedaulatan sumber daya alam seperti tercantum dalam Trisakti dan Nawacita.

"Sudah selayaknya kerja-kerja Menteri ESDM dievaluasi total. Langkah Sudirman Said dalam mengelola ESDM cenderung mengabaikan kedaulatan. Kalau dibiarkan akan berakibat fatal," kata Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Agus Prayitno kepada redaksi, Rabu (17/2).

Manuver terbaru Sudirman yang patut diwaspadai terkait izin perusahaan tambang. Sudirman sangat berkeinginan memberikan izin usaha pertambangan dengan masa berlaku seumur tambang bisa diproduksikan.


Sudirman Said menyampaikan keinginanya saat membuka diskusi pembahasan naskah RUU Mineral dan Batubara, kemarin. Naskah RUU itu akan disampaikan kepada DPR sebagai revisi UU 4/2009 tentang Minerba.

"Keinginan Sudirman Said ini patut diwaspadai, jangan-jangan mirip dengan rencana memberikan perpanjangan kontrak Freeport yang seharusnya dilakukan dua tahun sebelum kontrak habis (2019) tapi sudah mau diperpanjang sekarang," kata Agus.

Selama ini, katanya, perusahaan-perusahaan tambang sudah diberikan keleluasaan melakukan ekspor mineral mentah. Jadi saat ini sudah seharusnya mereka melakukan pengolahan di dalam negeri seperti diperintahkan UU minerba, atau sebagaimana pernah ditegaskan Presiden Jokowi bahwa sumber daya alam harus menciptakan kemakmuran sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

"Perlu diwaspadai apakah ini juga akan menjadi bagian dari usaha Sudirman Said memberi angin segar bagi Freeport agar bisa mengeruk emas dan tembaga tanpa diolah di dalam negeri, serta memberi angin segar bagi kontraktor-migas migas yang memegang cadangan Blok Masela yang juga akan habis kontraknya ketika memulai produksinya pada 2024 atau 2026 nanti?" demikian Agus.[dem]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya