Berita

85 Persen Hotel Di Kaltim Dipesan Acara GMT

SELASA, 16 FEBRUARI 2016 | 15:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Antusias dan animo masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Total (GMT). Fenomena alam yang hanya terjadi dalam 350 tahun itu berdampak pada meningkatnya okupasi hotel di Kalimantan Timur, satu dari 12 provinsi yang dilewati GMT.

"Sampai dengan minggu kedua Januari, angka pesanan kamar atau tingkat hunian di sekitar tanggal 6-9 Maret 2016 sudah terisi sampai 85 persen. Angka itu didapat dari 75 hotel atau 5.300-an kamar yang ada," kata Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak kepada wartawan.

"Alhamdulillah, pihak asosiasi travel juga mengemas fenomena gerhana matahari total ini dalam paket wisata mereka ke Kalimantan, bukan hanya Balikpapan," sambung dia.


Awang mengakui bersama Kementerian Pariwisata pihaknya memang menjual fenomena langka ini sebagai agenda wisata yang khas dan penuh edukasi. Disporabudpar Balikpapan berencana menggelar pesta wisata pada 9 Maret 2016. Ada pesta laut dan lomba perahu naga yang sudah disiapkan. Selain itu, juga akan digelar kegiatan seminar dan studi astronomi yang melibatkan seluruh pelajar di Kota Balikpapan, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan.

"Nanti kami dari Observatorium Bosscha juga akan datang ke Balikpapan sebelum hari H gerhana untuk berbagi ilmu tentang astronomi, tips dan teknik pengamatan gerhana, dan lain-lain," tambahnya.

Di Balikpapan rangkaian GMT akan berlangsung selama 1 menit 9 detik. Dengan urutan fase P1 mulai pukul 07.25 Wita, P2 (gerhana total) 08.33 Wita, dan fase P3 (berakhirnya gerhana) pada 09.53 Wita. Mengenai teknik dan persiapan menikmati gerhana matahari total yang aman, Oemy akan bekerjasama dengan observatorium. Pihaknya akan melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat melibatkan instansi terkait.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, fenomena GMT sangat strategis untuk menghasilkan "devisa" bagi pelaku usaha pariwisata.

"Ada 12 provinsi yang dilewati melalui darat. Kaltim salah satunya, selain Maltara, Sulteng, Sulbar, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Jambi, Bengkulu, Sumbar, dan Sumsel. Ada banyak events dan ativitas yang dilakukan di daerah, sebagai penguat atraksi menjelang dan pasca GMT yang bisa dinikmati. Sehingga tidak rugi kalau melihat GMT langsung di 12 provinsi itu," jelas Menpar Arief Yahya.

Dikatakan dia, GMT ini kejadian alam yang sarat edukasi, penuh dengan ilmu pengetahuan, yang bisa dijadikan sarana pelajaran alam yang baik. Tidak mudah membayangkan ilmu gerhana kepada anak-anak.

"Dan ini adalah kenyataan yang konkret untuk mengajarkan fenomena alam kepada anak-anak," demikian Menpar.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya