Berita

jokowi/net

Dalam KTT ASEAN-AS, Jokowi Akan Bertemu Tiga CEO Perusahaan Amerika

SELASA, 16 FEBRUARI 2016 | 07:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo akan memulai acara dalam rangka kunjungan kerja ke Amerika Serikat, yang utamanya adalah untuk menghadiri KTT Khusus ASEAN-AS pada tanggal 15-16 Februari 2016 di Sunnylands, California. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, sebelum acara Pembukaan KTT dimulai pada hari Senin (15/2) waktu setempat, Presiden Jokowi akan mengawali acara hari pertama kunjungan kerja dengan dua pertemuan bilateral.

"Pertama adalah dengan Presiden Laos, kedua adalah dengan Perdana Menteri Vietnam," ujar Menlu Retno. Mengenai topik yang akan dibahas, Menlu Retno Marsudi mengatakan bahwa topiknya tidak bisa diantisipasi karena pertemuan belum dilakukan.
 
"Tetapi kan saat ini Laos memegang keketuaan ASEAN, jadi saya kira diskusi Presiden (RI) dengan Presiden Laos juga tidak akan terlepas dari masalah Keketuaan Laos di dalam ASEAN. Baru-baru ini, saya juga baru saja berkunjung ke Laos dan kita bicara juga mengenai masalah Keketuaan ASEAN, mulai dari saya, pada level saya," pungkas Menlu.


Sedangkan, Perdana Menteri Vietnam sudah beberapa kali meyampaikan kepada Presiden Jokowi untuk berkunjung ke Vietnam.

"Saya kira, besok mungkin akan disampaikan lagi mengenai undangan tersebut. Mengenai isu-isu yang lain, nanti kita lihat besok bagaimana pembicaraan antara pemimpin," tutur Menlu.

Untuk KTT ASEAN-AS, acara akan dimulai pukul 3.30 sore waktu setempat, dengan retreat pertama yang topiknya adalah Promoting Innovative Entrepreneur ASEAN Eonomic Community. Jadi di dalam pembahasan retreat I antara lain akan dibahas mengenai masalah UMKM, information technology, digital economy, dan lain-lain.

Menlu menambahkan, pada bagian terakhir dari retreat I, akan ada tiga CEO yang diundang oleh Presiden Barack Obama untuk bergabung dan berdiskusi dengan para pemimpin negara. "Ketiga CEO tersebut adalah IBM, Microsoft, dan Sisco. Jadi akan ada interaksi antara leaders dengan tiga CEO dari tiga perusahaan tersebut," jelas Menlu.

Mengenai overaching theme atau tema yang diusung Indonesia adalah partnership di antara Amerika dan ASEAN atau ASEAN dengan Amerika, ini ditujukan untuk perdamaian dan kesejahteraan.

"Itu adalah overaching theme-nya sehingga di dalam setiap retreat itu misalnya retreat besok heavy-nya adalah ekonomi, kita bicara bagaiman ASEAN dan Amerika bisa bekerja sama dan berkontribusi pada kesejahteraan baik kesejahteraan ASEAN maupun kesejahteraan Amerika," jelas Menlu.

Lebih penting lagi, pada KTT tersebut Indonesia akan mengangkat UMKM. Karena UMKM dari presentase yang ada, banyak ekonomi Indonesia yang bergantung kepada UMKM dan sekaligus ingin menutup gap development. "Presiden berkali-kali mengatakan bahwa gap developement, gap pembangunan ini harus ditutup sehingga kalau kita bicara pembangunan, pembangunan yang harus bermanfaat bagi kita semuanya," ujar Menlu mengutip arahan Presiden.

Setelah retreat pertama selesai, pada malam harinya akan diadakan working dinner dengan tuan rumah tentunya adalah Presiden Obama.

Menurut Retno Marsudi, di dalam working dinner sekali lagi yang ingin ditekankan oleh Presiden Obama adalah interaksi dari pembicaraan yang akan dilakukan dengan tema regional strategic outlook dan dinner akan berlangsung sampai sekitar pukul 9 malam dengan komposisi leaders +1.

Dalam hal ini Indonesia, Presiden akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri. Sementara pada saat retreat I, Presiden akan didampingi oleh 4 delegasi yaitu Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan, KSP, dan satu lagi adalah Wakil Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN.

"Jadi itulah acara yang akan dilakukan oleh Presiden besok, dua pertemuan bilateral, satu retreat dengan dua komponen/dua segmen yaitu hanya di antara leaders, kemudian masuk tiga CEO. Terakhir adalah working dinner dengan ASEAN dan tentunya Amerika," tukas Retno seperti dilansir dari setkab.go.id. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya