Berita

ist

Menristekdikti Nodai Demokrasi Universitas Pattimura

SENIN, 15 FEBRUARI 2016 | 17:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia (Gempari) menilai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir telah menodai demokrasi karena telah memilih rektor Univeritas Pattimura (Unpatti) dengan perolehan suara terendah.

‎"Padahal calon rektor dengan suara tertinggi Prof Tomas Pentury. Tapi yang dipilih Menristekdikti Prof MJ Sapteno," ujar Ketua Gempari, Alfian Ramadhani, saat berunjuk rasa di depan Gedung Kementerian, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, di Jakarta (15/2).

‎Sekadar informasi, Unpatti telah selesai menyelenggarakan pemilihan rektor. Pemilihan ini berlangsung demokratis dengan dipilih para senat. Perolehan tertinggi didapat Prof Tomas Pentury dengan 37 suara, disusul Prof Tonny Donal Pariela dengan 13 suara. Perolehan terendah didapat Prof MJ Sapteno dengan 11 suara. ‎


‎Alfian mengatakan, pemilihan rektor di berbagai universitas merupakan kegiatan suci dalam menentukan arah pembelajaran di bangku kuliah. Sebab, suka atau tidak, rektor terpilihlah yang akan mengambil kebijakan selama periodenya berlangsung.

‎"Kalau dulu pemilihan rektor hanya mengacu kepada pemerintah. Sehingga bisa dikatakan rektor merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah," cetusnya.

‎‎Namun, Alfian menyebut di era demokrasi saat ini, mahasiswa melalui senat sebagai pelaku kegiatan belajar mengajar di kampus sangat tepat menentukan pemimpin di kampusnya.

Alfian mengatakan, selama ini pemilihan rektor secara demokratis sangat jelas terlihat. Sistem pemilihan melalui keran-keran demokrasi mulai terbuka.

‎"Karena dengan sistem tersebut pemilihan rektor yang dahulu murni perpanjangan tangan pemerintah kini mulai mempertimbangkan peran internal kampus dan tokoh masyarakat setempat," katanya.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya