Pembangunan tol Serang-Tanjung Lesung di Banten terus dikebut. ‎Setelah selesai dibangun, pariwisata Tanjung Lesung diharapkan bisa tumbuh.
‎"Begitu tol selesai, Jakarta-Tanjung Lesung tak lebih dari 2,5 jam. Itu baru akan ngebut pertumbuhan pariwisata ke arah Banten. Presiden Jokowi sudah meninjau dan memantau perkembangan tol itu," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima‎ redaksi, Senin (15/2).
‎Dikatakan dia, dari 3A, akses, amenitas dan atraksi, Tanjung Lesung paling lemah di akses. Padahal jarak Baten Jakarta tidak jauh. Adapun soal amenitas, Menteri Arief mengatakan asal infrastruktur dibangun baik, secara otomatis swasta akan bergerak sendiri.
‎"Mereka sudah punya hitungan dan data market. Mereka dengan sendirinya akan mengejar opportunity," jelas Arief Yahya.
‎Jalan yang menyusuri Serang, Pantai Anyer, Pantai Carita, sampai Tanjung Lesung memang lama terbengkalai. Akibatnya, aminitas yang berkembang di jalur itu, ikut gembos. Hotel, restoran, convention hall, dan lainnya pernah maju berkembang. Sekarang kondisi jalan sudah membaik, dan ketika tol sudah jadi, maka kawasan itu akan hidup. Industri pun mulai hidup lagi.
‎"Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata itu sudah 24 tahun mandek. Sekarang kita seriusi untuk berkembang dan sustainable," papar Menpar Arief Yahya.
‎Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dadang Rizki menambahkan, Tanjung Lesung, Banten sebenarnya dekat dari Jakarta.
‎"Bentul Pak Menteri, jalur-jalur wisata di Banten itu lemah di infrastruktur dan dalam jangka lama. Menurut pengamatan dan pengalaman saya, sejak tahun 70 an jalan menuju ke Bayah pantai Sawarna masih hancur sampai sekarang," kata Dadang usai menghadiri acara Rapat Koordinasi Pemangku Kepentingan Kepariwisataan di Provinsi Banten.
‎Padahal, lanjut Dadang Rizki, dua kabupaten tersebut memiliki potensi pariwisata yang tinggi. Di Pandeglang sendiri, terdapat Tanjung Lesung yang telah mendapat status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sudah mulai dilakukan sinergi sejak tahun 2015 lalu. Kabupaten Lebak ada pantai Sawarna yang berpotensi menjadi wisata yang sangat berkembang.
‎"Saat ini Provinsi Banten membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata, seperti pemandu wisata. Banten hanya ada 60 orang, ini jauh dari kebutuhan ke depan? Jangan sampai ketika jalan sudah oke, hotel makin banyak, tapi tidak ada guidenya?" katanya.
[dem]‎