Berita

agun gunanjar sudarsa/net

Politik

Caketum Golkar Harus Ikuti Uji Publik

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016 | 17:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Fungsionaris DPP Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan salah satu syarat calon ketua umum Golkar di munas mendatang harus melalui uji publik dan debat kandidat.

"Sebelum proses pencalonan (syarat dukungan) dan pemilihan caketum, diadakan uji publik melaui debat kandidat di hadapan peserta dengan melibatkan publik atau pengamat," kata dia melalui pesan singkat yang dipancarluaskannya, Minggu (14/2).

Selain itu, kata dia, kadidat harus mendapat dukungan 30 persen melalui pemungutan suara, bukan surat dukungan tertulis. Masing-masing calon juga tidak melakukan "politik uang" selama perhelatan munas berlangsung.

"Calon harus siap kalah dan siap menang," katanya.

Menurut Agun, bakal calon harus lulus verifikasi Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela (PDLT) sebagaimana diatur dalam AD/ART melalui formatur yang lebih awal pembentukannya.

"DPP dibentuk oleh Munas, oleh Ketum terpilih bersama sama formatur. Formatur harus mencerminkan kekuatan riil partai, baik struktur maupun ormas yang mendirikan dan didirikan," katanya.

Terkait peserta munas, dia mengatakan sebaiknya dari pengurus DPD Riau sebelum konflik terjadi, terkecuali bagi kepengurusan DPD yang bermasalah melalui Musda lebih awal.

Agun juga mengatakan perlunya kepanitian munas yang menjamin jujur dan tidak memihak. Agenda, materi dan tata tertib (munas) harus transparan, partisipatif dan akuntabel sesuai AD/ART.

Dengan begitu dia berharap munas menjadi momentum kebangkitan beringin.

"Munas harus menjadi momentum Golkar bangkit. Hal-hal itu menjadi persyaratan teknis yang wajib diperhatikan. Jika tidak, munas tidak akan menjadi momentum Golkar bangkit," tukasnya.[dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya