Berita

ilustrasi/net

Politik

SURVEI IDM

89,4 Persen Meragukan Teknologi Kereta Cepat Dari China

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016 | 12:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesian Development Monitoring (IDM) menyatakan, saat publik ditanya mengenai kehandalan, keselamatan, dan mutu teknologi kereta cepat Jakarta-Bandung dari China, sebanyak 89,4 persen meragukannya.

"Dengan alasan membandingkan bahwa banyak produk-produk dari China seperti alat elektronik dan motor yang bermutu rendah," kata Direktur Eksekutive IDM, Widodo Tri Sektianto, dalam keterangannya, Minggu (14/2).

Sementara itu hanya 4,7 persen responden yang percaya dengan teknologi kereta cepat dari China, selebihnya responden yang disurvei tidak berpendapat.

Widodo mengungkapkan dari temuan survei juga didapati bahwa 90.3 persen responden yang mewakili 28,7 juta masyarakat di DKI Jakarta dan delapan kabupaten/kota di Jawa Barat yang dilintasi kereta cepat menyatakan tidak setuju dibangun moda transportasi kereta cepat.

Responden beralasan pembangunan kereta cepat akan menambah beban utang dan merugikan negara.

Dari temuan survei, masyarakat berpendapat nilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar 77 triliun rupiah sangat mahal. Widodo mengungkapkan responden yang menyatakan hal demikian ada 86,7 persen.

"Jawaban responden didasarkan pada pengetahuan responden terkait kereta cepat dari pemberitaan media massa," tukasnya.

Survei dilakukan dengan mengambil sample dari populasi jumlah penduduk di Jakarta dan delapan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Bandung, dan Kabupaten Bandung.

Survei yang dilakukan 28 Januari-10 Februari 2016 ini mengunakan metodelogi multi stage random sampling dengan jumlah sample 1816 responden. Tingkat kepercayaan 95% dan margin of error +/- 2.3%.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya