Berita

neta s pane/net

Deponering Kasus AS-BW, Jaksa Agung Terbukti Otoriter Dan Arogan

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016 | 12:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut pernyataan Jaksa Agung HM. Prasetyo yang mengatakan deponering kasus Abraham Samad dan Bambang Widjojanto adalah bentuk sikap otoriter dan arogan. Jaksa Agung dinilai tidak menghargai kerja profesional kepolisian, apalagi aparatur kejaksaan negeri sudah melakukan P21 terhadap kasus itu.

Neta mengingatkan Prasetyo bahwa syarat deponering adalah kasus tersebut menyangkut kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan umum. Sementara, dalam kasus AS-BW sama sekali tidak menyangkut kepentingan umum dan hanya menyangkut kepentingan pribadi.

Menurutnya, jika diambil langkah deponering otomatis kasusnya ditutup dan keberadaan AS-BW sebagai tersangka hilang. Tapi keduanya tetap tersandera dalam ketidakpastian hukum, tersandera apakah bersalah atau tidak. Jika kasusnya diselesaikan di pengadilan, jika keduanya memang tidak bersalah pasti akan dibebaskan. Artinya jika memang tidak bersalah kenapa takut.


"Saat menjadi pimpinan KPK, keduanya agresif memenjarakan koruptor tapi kenapa mereka takut masuk penjara, jika memang benar," ujar Neta, Minggu (14/2).

IPW menilai apa yang dilakukan Jaksa Agung dalam kasus AS-BW adalah mempolitisasi persoalan hukum untuk pencitraan. Manuver Jaksa Agung sangat berbahaya bagi rasa keadilan publik maupun masa depan perkembangan hukum. Jelas Neta, inilah jadinya jika jabatan Jaksa Agung dipegang oleh politisi. Kerja profesionalnya bukan berorientasi pada penegakan hukum tapi lebih berorientasi pada kepentingan politik pencitraan.

IPW mengecam sikap Jaksa Agung yang bermanuver dengan mengatakan akan mendeponering kasus AS-BW. Bahkan mengatakan deponering itu adalah hak prerogatifnya. Ini menunjukkan Jaksa Agung sangat otoriter dan menjadikan penegakan hukum untuk kepentingan politik dan pencitraannya. Sebab itu IPW mendesak, jika Presiden Jokowi melakukan reshuffel kabinet, HM. Prasetyo menjadi target pertama pergantian. Sebab sikapnya sudah melecehkan kerja profesional Polri yang sudah bekerja keras menuntaskan kasus AS-BW.

Neta menambahkan, sikap Jaksa Agung itu juga melecehkan kinerja aparatur Kejaksaan yang sudah melakukan P21 pada kasus itu. Tragisnya sikap Jaksa Agung itu telah membunuh kepastian hukum di negeri ini. Jika Jaksa Agung benar-benar
profesional seharusnya kasus AS-BW segera dilimpahkan ke pengadilan untuk diselesaikan dengan cara-cara hukum dan bukan dengan cara-cara otoriter yang sarat arogansi. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya