Berita

martin manurung/net

Politik

PILGUB DKI 2017

Parpol Kok Dukung Independen? Ini Jawaban Nasdem

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016 | 10:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Nasdem sudah bulat mendukung Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017. Partai pimpinan Surya Paloh ini tak mempermasalahkan apabila pria bernama lengkap Basuki Tjahja Purnama itu maju lewat jalur independen atau partai politik.

Atas sikap "nyelenah" Nasdem tersebut, tidak sedikit yang bertanya-tanya, kok partai politik mendukung calon independen?

Ketua DPP Partai Nasdem Martin Manurung mengungkapkan dukungan Nasdem kepada calon kepala daerah independen terjadi bukan kali ini saja. Pada Pilkada serentak 2015 yang lalu, Nasdem sudah mendukung lima pasangan calon Independen. Humbang Hasundutan dan Labuhanbatu (Sumatera Utara), Tomohon (Sulawesi Utara), Pesawaran (Lampung), daa Rembang (Jawa Tengah).


"Tidak tertutup kemungkinan pada Pilkada serentak 2017 pun akan ada calon-calon independen yang didukung Nasdem," sebut Martin Manurung, yang juga Ketua Umum Garda Pemuda Nasdem, Minggu (14/2).

Martin Manurung menerangkan, Pilkada bagi Nasdem adalah momentum dan alat untuk melahirkan pemimpin-pemimpin Indonesia. Para pemimpin ini bisa berasal dari kader partai dan bukan kader partai.

"Karena itu, Nasdem bersifat terbuka asalkan si calon memiliki integritas dan rekam jejak yang baik dan teruji untuk menjadi pemimpin," imbuhnya.

Selanjutnya, kata Martin Manurung, situasi partai-partai politik sendiri yang masih memiliki hambatan untuk menghasilkan calon-calon pemimpin. Hambatan tersebut bisa berasal dari berbagai sebab; antara lain, proses kaderisasi yang belum maksimal dan proses seleksi calon kepala daerah yang masih kental diwarnai dengan praktik memungut biaya alias mahar politik. Hambatan-hambatan tersebut yang seringkali justru menjadi penghambat bagi calon-calon potensial untuk mendapatkan "tiket" dari jalur partai politik.

Tegas dia, bagi Nasdem yang teguh menolak mahar politik dalam seleksi calon kepala daerah, maka pencalonan dari jalur independen menjadi alternatif untuk tetap mendukung calon yang potensial.

"Dalam seleksi Pilkada 2015 yang lalu, dimana saya menjadi anggota Tim Pilkada Pusat (Tim 7), bahkan Nasdem memberikan saran kepada calon-calon potensial yang mendapat hambatan mendapatkan tiket dari jalur partai politik untuk juga mempersiapkan syarat-syarat pencalonan jalur independen. Ini adalah bukti kesungguhan Nasdem untuk berkontribusi mengurangi pengaruh mahar politik dalam seleksi kepala daerah," paparnya.

Lanjut Martin Manurung, dalam Pilkada, partai politik tidak sekedar memberikan Surat Keputusan Penetapan Calon sebagai syarat usungan. Nasdem tidak mau hanya sekedar memberikan SK, melainkan harus berpartisipasi aktif dalam melahirkan calon pemimpin.

Dukungan Nasdem kepada calon independen diwujudkan dengan membantu calon memenuhi syarat-syarat pencalonannya, melakukan sosialisasi untuk calon, menggerakkan mesin partai dalam pemenangan, menyiapkan saksi-saksi TPS, dan bahkan menyiapkan tim advokasi hukum untuk para calon. Nasdem tidak membedakan kadar dukungan baik kepada calon independen maupun partai politik yang didukungnya.

"Kesimpulannya, jalur partai politik dan independen tidak mempengaruhi sikap Nasdem sebagai partai politik untuk melahirkan pemimpin-pemimpin bagi Indonesia. Inilah salah satu bentuk implementasi dari Restorasi Indonesia," demikian Martin Manurung. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya