Berita

foto: net

Pemerintah Didesak Tetapkan Banjir Dan Longsor Sebagai Bencana Nasional

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016 | 09:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sudah beberapa hari ini sebagian wilayah di Indonesia dilanda musibah banjir dan longsor. Diantaranya yang terparah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau dan beberapa daerah lainnya.

Korps Reaksi Cepat (KRC) yang merupakan lembaga taksis yang fokus masalah kemanusiaan bentukan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) telah bergerak bersama kader dan relawannya untuk turut membantu evakuasi korban, serta melakukan penggalangan dana di seluruh KRC se-Indonesia.

"KAMMI dengan KRC akan turut serta membantu korban banjir dan longsor. Kami juga sudah mengerahkan kader se-Indonesia untuk turut membantu KRC berupa penggalangan dana serta proses evakuasi korban," kata Ketua Umum PP KAMMI Nur Rakhman, Minggu (14/2).


Di tempat lain, Direktur Umum KRC Liyuda Saputra mengutarakan, melihat potensi kerugian yang cukup besar akibat banjir dan longsor, sudah sewajarnya Pemerintah menetapkan musibah ini sebagai bencana nasional. Dengan harapan agar mendapat perhatian semua pihak.

Ia juga menyebutkan bencana ini telah menyebabkan kerugian bagi jiwa dan materi. Banyak sektor yang merugi. Menurutnya, melalui penetapan status tersebut diharapkan perhatian kepada korban bencana banjir dan longsor semakin meningkat.

"Bantuan nyata berupa tempat tempat tinggal sementara, makanan, obat-obatan, selimut dan pakaian pantas pakai sangat mereka butuhkan," ucap Liyuda Saputra.

Mengingat bencana tersebut telah merusak rumah warga, fasilitas umum, serta melumpuhkan perekonomian, KRC menghimbau; pertama, kepada seluruh yang terkena musibah untuk tetap tenang, bertahan dan tangguh serta mencari solusi bersama atas musibah banjir dan longsor; kedua, meminta kepada Pemerintahan Daerah untuk berperan lebih aktif membantu korban banjir dan longsor; ketiga, Pemerintahan Pusat bisa turut andil juga membantu daerah yang benar-benar terisolir seperti yang terjadi di Kepulauan Bangka Belitung dan beberapa daerah yang terparah lainnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya