Berita

foto: net

Politik

KONFLIK PPP

Dua Hal Yang Disampaikan Mbah Moen Saat Diterima Jokowi

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016 | 07:44 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Dua pekan setelah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan diri sebagai partai pendukung Pemerintah dalam Rapimnas II di Bogor, Presiden Joko Widodo menerima kehadiran Ketua Majelis Syariah PPP Hasil Muktamar Jakarta, KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/2).

Menurut Gus Abdul Kamil Majid, putra Mbah Moen, pertemuan Jokowi dan Mbah Moen berjalan sangat hangat dan kekeluargaan. Dalam pertemuan tersebut Mbah Moen meneguhkan kembali tekad mendukung NKRI di bawah Pemerintahan Jokowi-JK dan program kerja Pemerintah yang mengantisipasi paham-paham radikal yang berpotensi memecah belah bangsa Indonesia.

"KH. Maimoen Zubair menyatakan bahwa PPP mendukung seluruh program pemerintah dalam bingkai amar ma'ruf nahi mungkar demi kemaslahatan bangsa Indonesia," ujar Gus Abdul dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (14/2).


Jelas dia, apa yang disampaikan oleh Mbah Moen itu juga sebagai konfirmasi surat Ketua Majelis Syariah PPP dan hasil Rapimnas II PPP di Bogor yang menyatakan bahwa PPP mendukung penuh program Pemerintah.

Selanjutnya, kata Gus Abdul, mengenai kondisi PPP saat ini, Mbah Moen dalam pertemuan itu memandang Pemerintah perlu turun tangan membantu penyelesaian dualisme kepemimpinan di PPP.

Mbah Moen menyatakan bahwa PPP telah melakukan segala upaya agar kembali satu. Seperti telah dilakukan mediasi di Mahkamah Partai, telah melakukan Muktamar, telah berperkara di Pengadilan yang hasilnya telah diketahui bersama yaitu memenangkan Muktamar Jakarta. Namun, Hal itu tidak cukup untuk menyelesaikan konflik PPP. Karena kekuasaan untuk mengesahkan Kepemimpinan PPP itu di Pemerintahan

Untuk itu Mbah Moen meminta agar Pemerintah melakukan intervensi sedikit kepada PPP dengan harapan PPP kembali bersatu. Intervensi terbatas yang diharapkan Mbah Moen adalah agar Presiden Jokowi segera mendorong disahkannya Hasil Muktamar Jakarta dan tidak melakukan pembiaran konflik PPP berlarut-larut. Mbah Moen beralasan bahwa PPP adalah aset bangsa dan salah satu pilar demokrasi di negeri ini. Untuk itu, konflik di PPP harus segera diakhiri. Karena konflik PPP ini tidak hanya merugikan konstituen PPP saja, bangsa Indonesia sendiri akan sangat dirugikan. Karena agenda nasional banyak yang terganggu. Situasi bangsa yang serba sulit seperti saat ini perlu mendapat dukungan maksimal dari seluruh bangsa ini.

Pertemuan tersebut berjalan sangat konstruktif. Presiden Jokowi menyatakan akan menindaklanjuti permintaan Ketua Majelis Syariah DPP PPP Hasil Muktamar Jakarta itu dan segera memanggil Menko Polhukam Luhut B. Panjaitan dan Menkumham Yassona H. Laoly.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 30 menit tersebut, kiai kharismatik PPP yang akrab disapa Mbah Moen didampingi Gus Abdul Kamil Majid dan Gus Yasin Taj, putera Mbah Moen. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya