Sejumlah tokoh gerakan mahasiswa 98 mengunjungi kediaman pribadi Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, Sabtu pagi (13/2).
Dalam pertemuan itu, kelompok aktivis 98 itu mengapresiasi dua jurus Rajawali yang digunakan Rizal Ramli di Kabinet Kerja, yakni jurus Rajawali Kepret dan jurus Rajawali Bangkit.
Mereka juga mendukung kritik keras Rizal Ramli pada politisi PengPeng atau penguasa-pengusaha yang memperjualbelikan jabatan dan kekuasaan untuk mendapatkan keuntungan bagi kelompok maupun pribadi.
"Politisi PengPeng ini memang harus kita sikat. Mereka merusak reformasi," ujar Ucok Sky Kadafi, salah seorang aktivis 98 yang hadir dalam pertemuan itu.
Selain Ucok, aktivis 98 lainnya yang hadir adalah Masinton Pasaribu, Bernard Sihaloho, Hendrik Dikson Sirait, Abdullah Taruna, Teguh Santosa, Arief Rachman, Wahab Talaohu, Raymond Hutapea, dan Agust Budi Prasetyohadi.
"Silaturahmi dan konsolidasi seperti ini harus sering-sering kita lakukan. Era telah berubah, tetapi tantangan yang kita hadapi dari masa sebelum reformasi dan hari ini pada hakikatnya sama," ujar Bernard Sihaloho.
Atas permintaan aktivis 98 yang mengunjunginya, Rizal Ramli menceritakan beberapa hal terkait komitmen pemerintahan Joko Widodo terhadap kehidupan rakyat yang lebih baik.
Presiden Jokowi, misalnya, menyadari bahwa kutipan dalam harga BBM jenis premium dan solar yang pernah diusulkan Menteri ESDM Sudirman Said adalah sebuah kekeliruan karena selain bersifat
off budget dan rentan dimanipulasi juga menambah beban rakyat. Karena itu, usulan tersebut ditolak.
Presiden Jokowi, ujar Rizal Ramli, juga dengan tegas menolak usul Menteri ESDM agar tarif listrik untuk masyarakat ekonomi lemah dengan daya 450 VA dan 900 VA dinaikkan. Negara, sebutnya, bisa mendapatkan keuntungan besar dengan melakukan efisiensi dalam pengelolaan energi listrik tanpa harus menaikkan tarif listrik untuk masyarakat bawah.
Isu Freeport dan pembangunan kilang gas di Masela juga tidak luput dibicarakan dalam pertemuan itu.
Terkait dengan pembangunan kilang gas Masela, aktivis 98 menyatakan dukungan mereka terhadap usul Rizal Ramli agar kilang gas Masela dibangun di darat.
"Bang Rizal dan Presiden Jokowi perlu kita bantu agar pemerintah benar-benar bisa berkerja demi kepentingan rakyat," ujar Bernard Sihaloho pada akhir pertemuan.
[dem]Â