Berita

Gerindra Anggap Jokowi Jadikan Indonesia Bangsa Kuli

JUMAT, 12 FEBRUARI 2016 | 14:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kebijakan Presiden Joko Widodo dinilai hanya akan membuat Indonesia menjadi bangsa kuli.

Jokowi menganggap negara hanya bisa maju dengan membangun infrastruktur besar-besaran, sementara perbaikan hidup jutaan guru honorer sama sekali tidak diperhatikan. 

"Kalau tidak pro pada mutu pendidikan nasional dan selalu di otaknya hanya pembanguan infrastruktur saja yang bisa membuat negara maju, ini hanya akan menciptakan bangsa kuli bagi Indonesia di masa yang akan datang," kata Wakil Ketua Umum DPP Gerinda Arief Poyuono kepada redaksi, Jumat (12/1).


Menurut dia, percuma saja infrastruktur digenjot kalau sektor pendidikan, terutama kesejahteraan para guru diabaikan karena ini akan membuat Indonesia tidak punya sumber daya manusia yang terdidik dan trampil.

Oleh karena itu Partai Gerindra mendesak Jokowi menepati janji mengangkat guru honorer menjadi PNS, sebab tidak susah untuk mengolaksikan anggaran gaji mereka dalam APBN.

Lagi pula, kebutuhan dana yang harus dialokasikan di APBN untuk menggaji 1,1 juta guru PNS hanya Rp 19,5 triliun pertahun dengan asumsi guru honorer yang diangkat menjadi PNS golongan 1C.

"Jumlah ini sangat kecil jika dibandingkan total anggaran yang disediakan untuk pembangunan infrastruktur sebesar ratusan triliun rupiah,"  katanya.

Arief mengatakan jumlah guru honorer saat ini kurang lebih 1,1 juta orang. Penghargaan pemerintah terhadap mereka sangat tidak manusiawi.

Partai Gerindra mencatat guru honor digaji hanya Rp 150.000-Rp 300.000 per bulan, jauh lebih rendah dibandingkan gaji tenaga asisten rumah tangga.

Selain gaji yang tidak sepandan, guru honorer juga tidak memiliki tunjangan jaminan hari tua dan kesehatan.

"Sangat keterlaluan. Jika ini terus dibiarkan, tidak akan pernah Indonesia punya SDM yang bisa bersaing dengan negara lainnya," kata dia.[dem]




Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya