Berita

Takehiko Nakao dan Sofyan Djalil

Diterima Jokowi, Presiden ADB Siap Bantu Pembiayaan Proyek Nasional

JUMAT, 12 FEBRUARI 2016 | 13:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat pagi (12/2).

Menteri  Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Sofyan Djalil yang ikut dalam pertemuan itu mengatakan, Presiden ADB mengatakan kesipannya untuk membantu pembiayaan proyek-proyek infrastruktur nasional.

Presiden ADB menyampaikan peningkatan dukungan pembiayaan untuk Indonesia menjadi 2 miliar dolar AS per tahun selama lima tahun ke depan, atau total senilai 10 miliar Dolar AS.


"Presiden ADB mengatakan siap membantu pembiayaan proyek-proyek infrastruktur kita," jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam keterangan pers bersama Presiden ADB Takehiko Nakao di Istana Merdeka.

Di samping itu, lanjut Sofyan, ADB juga akan memberikan pinjaman langsung ke bank. "Karena pinjaman di ADB ini bunganya murah, rentangnya itu nggak sampai 2 persen. Tenornya mungkin ada yang sampai 30 tahun," papar Sofyan.

Selain pinjaman untuk proyek, ADB secara aktif memanfaatkan pinjaman berbasis kebijakan (policy-based loan) dan pinjaman berbasis hasil (result-based lending).

Pinjaman berbasis hasil, lanjut Sofyan, merupakan pembiayaan yang pencairannya dikaitkan dengan hasil yang telah dicapai, dan bukan dengan biaya proyek yang telah dibelanjakan.

"Dengan demikian mereka tidak terkait pada sistem tender, ikut sistem tender kita saja, karena dianggap sistem tender Indonesia sudah cukup baik," kata mantan Menko Perekonomian ini.

Terakhir, Sofyan Djalil menambahkan bahwa proyek yang paling penting terutama adalah sektor energi.

Dilansir dari laman setgab.go.id, selain Sofyan Djalil, dalam pertemuan itu hadir juga Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya