Berita

Fraksi PKS Tolak Lanjutkan Revisi UU KPK

JUMAT, 12 FEBRUARI 2016 | 10:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penolak revisi Undang-Undang Nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi bertambah.

Fraksi PKS DPR memutuskan menolak melanjutkan pembahasan revisi yang saat ini tengah digodok Badan Legislasi.

"Hasil keputusan rapat pleno Fraksi PKS pada Kamis (11/2) adalah menolak melanjutkan pembahasan revisi UU KPK," ujar Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (12/2).


Dengan sikap Fraksi PKS ini ada tiga fraksi di DPR yang menolak revisi UU KPK. Sebelumnya sikap menolak dengan tegas disampaikan Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi Partai Demokrat.

Jazuli mengatakan pihaknya setuju jika revisi untuk menguatkan KPK, terutama membuat lembaga anti rasuah itu lebih berani menindak kasus-kasus besar. Dengan begtiu, KPK bisa menjadi institusi yangtidak menangani kasus-kasus tindak pidana korupsi yang skalanya kecil.

"Kami setuju revisi kalau untuk menguatkan KPK agar bisa mengungkap kasus-kasus besar," tukasnya.

Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi Partai Demokrat di DPR sebelumnya menolak isi draf revisi UU KPK terbaru hasil harmonisasi di Baleg karena dinilai memperlemah KPK. Sikap kedua fraksi itu membuat beberapa fraksi lainnya berpikir ulang. Akibatnya, pengesahan draf revisi UU KPK menjadi RUU inisiatif DPR yang direncanakan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR pada Kamis 11 Februari kemarin ditunda hingga Kamis 18 Februari pekan depan.[dem]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya