Keputusan Boy Bernadi Sadikin mundur dari Ketua DPD PDIP DKI Jakarta memunculkan beragam spekulasi. Kuat anggapan keputusan demikian diambil Boy terkait dinamika politik jelang satu tahun pemilihan gubernur di ibukota.
"Ada maksud apa Boy Sadikin mundur, apa ada kaitan dengan keinginannya maju di Pilgub yang akan datang, hanya Waktu yang akan menjawabnya. Namun perjalanan politik PDIP di Pilgub Jakarta yang kian memanas bisa menjadi catatan," kata Founder Forum Cipta Bangsa, Budi Siswanto, kepada redaksi sesaat lalu (Kamis, 11/2).
Dikatakan dia, selama ini momen Pilgub di Jakarta, baik yang dilaksanakan melalui pemilihan fraksi-fraksi di DPRD pada tahun 2002 atau pilkada langsung pada 2007 dan 2012, PDIP selalu menjadi partai pemenang. Walaupun mengusung calon yang bukan dari kader sendiri, peranan PDIP menjadi faktor dominan bagi kemenangan kandidat. Terbukti, ketika pilkada 2012, PDIP berhasil menempatkan Jokowi sebagai pemenang mengalahkan petahana Fauzi Bowo.
Mestinya, kata dia, kemenangan Jokowi dan PDIP yang didukung mesin partai yang berjalan baik dan berkat militansi kader menjadi rujukan partai mengambil keputusan bijak terkait siapa yang akan diusung pada Pilgub DKI. Apalagi saat ini hanya PDIP yang bisa mencalonkan pasangan kandidat.
Di lain hal, katanya, sosok Boy Sadikin sangat lekat dengan romantisme kepemimpinan di Jakarta. Banyak yang mengaitkan dia sebagai anak biologis almarhum Ali Sadikin, gubernur Jakarta yang fenomenal. Namun di balik itu, beban yang harus diemban Boy sangat berat. Bukan hanya sebagai putra tokoh yang pernah memimpin di Jakarta, amanah sebagai ketua partai pemenang pemilu dan juga tuntutan untuk mempertahankan rekor PDIP di pilgub DKI yang tidak terkalahkan selama ini menjadi beban tersendiri untuk Boy.
"Beban berat inilah yang mungkin secara psikologis menjadi salah satu pertimbangan mengapa keputusan berat harus diambilnya," katanya.
Menurut dia, Boy bukanlah kader karbitan. Dia besar melalui proses pengkaderan yang panjang di partai, sehingga tidak perlu diragukan komitmennya terhadap kebesaran partai. Boy yang menjadi motor kesuksesan PDIP dalam mengantarkan Jokowi menjadi Gubernur DKI 2012 dan juga Presiden RI ke-7 di wilayah Jakarta, sangat dekat dengan para kader di grass root. Boy sangat peduli dengan suara grass root. Di lain pihak, PDIP punya mekanisme sendiri dalam menentukan siapa calon yang akan diusungnya.
"Nah, beliau (Boy Sadikin) tidak ingin dihadapkan dengan kondisi yang bersebrangan dengan DPP PDIP dalam menetukan siapa yang akan diajukan maju pada pilgub Jakarta nanti," tukasnya.
[dem]