Berita

Politik

Jokowi Harus Seksama, Revisi UU KPK "Jebakan Batman"

KAMIS, 11 FEBRUARI 2016 | 10:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo diingatkan untuk berhati-hati dalam menyikapi revisi Undang-Undang 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pengamat politik senior DR Muhammad AS Hikam menengarai kemungkinan adanya "jebakan Batman" bagi Jokowi di balik usaha revisi UU KPK yang tidak populer itu.

"Kalau dilihat secara politik jangka pendek dan menengah untuk kepentingan PJ (Presiden Jokowi), langkah revisi adalah salah satu resep paling ampuh untuk menggusur legitimasi beliau dan memburamkan prospek beliau terpilih lagi pada 2019," tulis Hikam di laman facebooknya, Kamis (11/2).


Menurut dia, legitimasi Jokowi akan tergerus jika mengamini revisi UU KPK. Ada sejumlah pertimbangan kenapa legitimasi Jokowi bisa tergerus. Partama, kata dia, tidak ada kepentingan mendesak yang dirasakan publik Indonesia untuk merubah UU KPK. Bahkan sebaliknya rakyat makin percaya kepada lembaga antirasuah itu sebagaimana adanya saat ini.

Kedua, salah satu komitmen politik Jokowi adalah memberantas korupsi. Sementara, revisi UU KPK akan dilihat publik sebagai inkonsistensi dari komitmen dan bahkan pengingkaran.

Ketiga, jika Jokowi menuruti keinginan KIH dan menteri-menteri yang dekat dengan parpol untuk mervisi UU KPK, maka hal ini menunjukkan kemandirian Jokowi sangat lemah. Padahal kemandirian tersebut justru merupakan salah satu janji politik dan sekaligus daya tarik Jokowi ketika menjadi capres.

Pertimbangan terakhir, revisi UU KPK adalah kepentingan parpol yang selama ini merasa dirugikan oleh keberadaan KPK sehingga mereka berusaha memperlemahnya. Dan jika setuju dengan revisi, Jokowi akan dipersepsikan publik sebagai orang yang terlibat dalam pelemahan tersebut.

"Dan ini akan sangat sulit bagi PJ untuk bisa menghilangkan tinta hitam tersebut dalam rekam jejak politiknya.

"Saya yakin begitu revisi dilakukan sesuai keinginan KIH dan menteri-menteri parpol di kabinet, Jokowi akan menjadi target kritik yang tak asa hentinya dari berbagai arah. Bahkan saya berani mengatakan, dukungan masyarakt sipil Indonesia yang merupakan salah satu landasan legitimasi politik dan moral kekuasaan Jokowi akan mengalami erosi terus menerus," kata Hikam.

Pilihan tentu ada pada Jokowi. Hikam yakin Jokowi sudah punya perhitungan yang masak apakah akan lanjut atau tidak soal revisi UU tersebut. Namun demikian, dalam hemat dia, tidak melihat satupun keuntungan bagi Jokowi untuk melakukan revisi.

"Paling yang diperoleh beliau hanya pujian sementara dari KIH. Tapi pujian dalam dunia politik adalah seperti buih yang cepat sirna. Semoga PJ memperhatikan dengan seksama kemungkinan adanya "jebakan Batman" di balik usaha revisi UU KPK yang sangat tidak populer itu,' tukas Hikam.[dem]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya