Berita

sudirman said/net

Politik

Kebijakan Sudirman Said Potret Lemahnya Pemerintah Di Hadapan Freeport

KAMIS, 11 FEBRUARI 2016 | 08:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said memberikan izin ekspor konsentrat kepada Freeport bukan hal yang mengagetkan dan tak diprediksi.

‎"Inilah izin ekspor ketiga kalinya yang sudah dikeluarkan oleh rezim Jokowi. Dan sepertinya izin-izin berikutnya akan terus dikeluarkan untuk memuluskan kepentingan Freeport meskipun pembangunan smelter sebagaimana yang diwajibkan UU seakan jalan di tempat," ujar Sekretaris ‎Jenderal Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, kepada redaksi (Kamis, 11/2).

‎‎Menurut dia, persetujuan Sudirman Said ini menjadi potret betapa lemahnya pemerintahan Jokowi di hadapan Freeport sehingga seluruh kemauan perusahaan tambang AS itu dituruti meskipun harus melanggar UU. Bahkan, hanya untuk memuluskan izin ekspor konsentrat Freeport, Menteri ESDM harus mengeluarkan Peraturan Menteri.


‎‎"Tindakan Sudirman Said mengeluarkan Permen No 5 Tahun 2016 pasti sudah sepengetahun Presiden Jokowi. Tidak mungkin seorang menteri mengeluarkan Permen yang sangat krusial tanpa terlebih dahulu melapor kepada Presiden," katanya.‎

‎"Ini yang disesalkan, ternyata Jokowi tidak berdaya menghadapi Freeport. ‎Padahal publik ingin sekali melihat keberanian Jokowi menghadapi Freeport. Rakyat ingin melihat wajah "garang" Jokowi sebagaimana pada saat memutuskan untuk mengeksekusi terpidana mati kasus narkoba. Atau wajah "tegas" Jokowi pada saat mengumumkan kenaikan harga BBM," sambung dia.‎

‎Lebih lanjut ditambahkan Sya'roni, menjadi pertanyaan dimana keberanian Presiden Jokowi yang pernah dibangga-banggakan di Rakernas PDIP. Pada saat itu Presiden dengan lantang membanggakan diri berani mengeksuksi terpidana mati narkoba. 

‎‎"Pak Jokowi tunjukan teladan. Rakyat ingin sekali melihat keberanian Pak Jokowi bersikap tegas kepada Freeport," tukasnya.[dem]‎

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya