Berita

Marwan Jafar/net

Program UBK Dongkrak Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa

KAMIS, 11 FEBRUARI 2016 | 08:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menggalakkan program Usaha Bersama Komunitas (UBK) untuk mendorong adanya nilai tambah ekonomi masyarakat desa, sekaligus mengubah perilaku konsumtif menjadi ekonomi kreatif.

"Mengembangkan ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam mewujudkan desa-desa mandiri di Indonesia," kata Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Marwan Jafar di Jakarta, Kamis (11/2).

Masyarakat selama ini telah dibanjiri aneka produk kemasan instan sebagai kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Produk berupa makanan instan, kebutuhan toiletries (sabun, deterjen, shampoo, dan pasta gigi), bahkan bumbu-bumbu dapur harus dibeli masyarakat melalui suplay dari konglomerasi pabrik raksasa. Masyarakat juga dijejali dengan iklan produk yang pada akhirnya membentuk prilaku konsumtif dibanding menjadi manusia yang kreatif.


Hemat Menteri Marwan, kondisi ini sedikit demi sedikit harus dikurangi. Salah satunya dengan menjalankan program Usaha Bersama Komunitas (UBK) yang digalakkan kementeriannya.

"Melalui UBK ini, kita dorong masyarakat desa untuk membuat produk yang dikemas menarik dengan branding kebanggan desa yang dapat bersaing di pasaran," ujarnya.

Program UBK sendiri menjadi salah satu program unggulan Kementerian Desa yang sudah dijalankan sejak 2015. Hingga saat ini sudah ada 100 desa yang membentuk UBK, meliputi 36 kabupaten, dan 19 provinsi. "UBK ini sudah membuat 22 jenis produk kebutuhan sehari-hari dan sudah ada 108 Brand produk yang menjadi kebanggan desa masing-masing," imbuhnya.

Menteri Marwan menyontohkan Desa Bunder dan Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat yang membuat UBK BUMEGAH. Produk yang dikembangkan adalah Sabun Cream Deterjen, Sabun Cuci Pakaian Cair, dan Sabun Cuci Piring Cair. Produk dari UBK ini pun dikemas dengan Brand BUM Cream yang sudah masuk ke pasar desa.

Contoh lain adalah Desa Sekura, Sungai Serabek, dan Sadang Serayu di Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Dengan anggota 28 orang, para ibu-ibu di tiga desa itu secara berkelompok membuat UBK yang memproduksi Sosis Ayam dengan Brend Terigis, Nugget Ayam dengan Brend Serayu, dan Baso Ayam dengan Brend Sekura. Produknya pun sudah ada di pasar desa.

Sebelum membuat produk, lanjut Menteri Marwan, kelompok masyarakat anggota UBK diberi pelatihan, pembekalan, dan pengenalan SOP untuk produksi sekaligus melakukan renovasi pabrik. "Agar tidak kalah dalam pemasaran, produk UBK juga dilounching dan akan dibuat pameran UBK. Kita akan intensifkan sosialisasi produk kepada masyarakat maupun instansi pemerintah," jelas Menteri Marwan.

Menteri asal PKB ini menambahkan, program UBK ini sangat strategis dan sangat efektif untuk membangun ekonomi kreatif desa. Setidaknya ada lima sasaran dari UBK, pertama adalah untuk mengubah pola ekonomi konsumtif masyarakat menjadi ekonomi kreatif; kedua merebut nilai tambah ekonomi untuk masyarakat desa; ketiga untuk membangun semangat gotongroyong yang produktif; keempat sebagai bahan edukasi bagi masyarakat untuk mendukung produksi lokal; dan terakhir adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"UBK ini nantinya bisa menjadi CV atau PT yang dimiliki kelompok masyarakat desa. Kita harap masyarakat tidak hanya menjadi korban pasar dengan prilaku konsumtif, namun harus menjadi pelaku pasar yang bisa membuat produk yang memiliki nilai tambah secara ekonomi dan berdaya saing," jelasnya.

"Sekarang sudah diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membuat produk dari negara tetangga bebas masuk ke desa-desa. Kita harus perkuat ketahanan ekonomi desa dengan produk yang unggul. Jangan sampai masyarakat desa lebih cinta pada produk negara lain dibanding produk dari dalam negeri sendiri," ucap Menteri Marwan.

36 Kabupaten yang sudah memiliki UBK diantaranya Bireuen, Agam, Lampung Selatan, Bangka, Sambas, Kutai Barat, Bintan, Simalungun, Serang, Pandeglang, Bogor, Indramayu, Purwakarta, Bandung, Garut, Sukabumi, Tasikmalaya, Wonosobo, Sragen, Kudus, Pati, Rembang, Klaten, Sleman, Tuban, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Jombang, Malang, dan Lombok Barat. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya