Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Politik

Indonesia Niscaya Hancur Kalau Pemimpinnya Bukan Kusir Marhaen

RABU, 10 FEBRUARI 2016 | 11:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia yang merdeka, adil, makmur dan sejahtera akan tercapai jika jalan pembangunan yang ditempuh menggunakan kepribadian bangsa sendiri. Presiden Soekarno menyebut jalan yang harus ditempuh tersebut adalah "sosialisme ala Indonesia".

Demikian disampaikan politisi senior Rachmawati Soekarnoputri melalui pesan singkatnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/2).

Hal itu disampaikan Rachma mengomentari pernyataan Presiden Jokowi yang menolak dikatakan Indonesia akan hancur seperti diberitakan disebut-sebut banyak kalangan. Jokowi menyampaikan hal itu ketika memberikan pidato di acara puncak peringatan Hari Pers Nasional 2016 di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kemarin.


Menurut Rachma, pernyataan Jokowi itu ibarat pepatah dua orang yang satu melek mata dan yang satunya buta memegang belalai gajah. Yang buta mengatakan bahwa yang dipegang adalah ular, yang melek jelas itu belalai.

Indonesia, katanya, akan hancur jika arah kebijakan pembangunan bangsa dan negara bercorak liberal kapitalistik. Padahal, model kebijakan ini jelas dijalankan rezim Jokowi.

"Jika bangsa Indonesia "di seberang jembatan emas kemerdekaan" salah mengambil jalan dan kereta yang digunakan untuk menuju jembatan emas tersebut, 'dikusiri' bukan oleh kusir marhaen", niscaya Indonesia akan hancur," tegas Rachma, yang menjelaskan marhaen merupakan kaum tertindas oleh karena sistim.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya