Berita

foto: net

Harusnya Polri Bongkar Mafia Bola Bukan Gelar Piala Bhayangkara

RABU, 10 FEBRUARI 2016 | 11:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesian Police Watch (IPW) mengecam keras rencana Mabes Polri menggulirkan Piala Bhayangkara 2016. Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyebutkan, tidak pantas Polri ikut-ikutan alias cawe-cawe dalam dunia sepakbola Indonesia yang saat ini curat marut dengan aksi mafia pengatur skor.

"Seharusnya Polri membongkar aksi mafia sepakbola, terutama mafia pengatur skor dan mafia judi bola. Bukan malah ikut-ikutan membuat turnamen yang tidak jelas manfaatnya bagi Polri," ungkap Neta kepada redaksi, Rabu (10/2).

Apalagi, lanjut Neta, Piala Bhayangkara yang justru diprakarsai oleh oknum-oknum di organisasi sepakbola yang berseberangan dengan pemerintahan Presiden Jokowi, yang seharusnya disapubersih oleh revolusi mental sepakbola nasional.


"Artinya, tanpa disadari elit-elitnya, Polri telah dimanfaatkan oknum-oknum tersebut dan bukan mustahil pada akhirnya Polri akan dibenturkan dengan Presiden Jokowi yang sudah membekukan organisasi sepakbola tersebut," tambah Neta.

Melihat latarbelakang ini, kata Neta, Piala Bhayangkara bukan lagi sekadar even olahraga tapi sudah sarat dengan nuansa kepentingan politik dan Polri ditarik-tarik ke wilayah politik dengan bungkus turnamen sepakbola Piala Bhayangkara oleh pihak tertentu.

Menurut Neta, secara jangka panjang Piala Bhayangkara tentu akan merugikan Polri dan secara jangka pendek akan memang menguntungkan pihak tertentu. Selain itu publik akan terus menggugat asal usul biaya penyelenggaraan turnamen ini. Jika ada asal usul dana yang mencurigakan dipastikan Polri akan menjadi bulan-bulanan opini publik.

"Jika Polri tetap nekad menggulirkan Piala Bhayangkara, berbagai komponen masyarakat anti korupsi dan KPK diharapkan melakukan pemantauan, untuk mengusut dari mana asal usul dana penyelenggaraan turnamen sepakbola itu. Sebab selama ini Polri selalu mengeluh kekurangan dana tapi kenapa bisa menyelenggarakan Piala Bhayangkara yang menghabiskan dana antara Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar itu," beber Neta.

Ia menambahkan, mengingat turnamen sepakbola Piala Bhayangkara lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya buat Polri, sebaiknya elit-elit Polri membatalkannya. Dan Polri fokus menangani tugas tugas profesionalnya. Seperti melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman kerusuhan sosial yang masih mencengkram sejumlah daerah, atau mengantisipasi serangan teroris, menekan angka kejahatan atau mengatur kemacetan lalulintas yang kian parah di berbagai kota.

"Sedangkan turnamen sepakbola biarkan ditangani ahlinya kecuali Polri memang berniat mengambil alih kepengurusan PSSI," demikian Neta. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya